RW 15 Serpong Estate Gas Sampah Mandiri: TPA Tangsel Sudah Kewalahan!
RMBANTEN.COM - Kota Tangsel – Langkah konkret datang dari lingkungan warga. RW 15 Komplek Serpong Estate, Kelurahan Ciater, Tangerang Selatan, resmi menggerakkan program pengelolaan sampah mandiri sebagai solusi atas krisis penumpukan sampah.
Ketua RW 15, Dede Zaki Mubarok, menegaskan inisiatif ini bukan sekadar program lingkungan, tapi bentuk tanggung jawab warga menghadapi kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kian penuh.
Sampah Tak Lagi Dibebankan ke TPA
Menurut Haji Zaki - akrab disapa- kondisi TPA saat ini sudah sangat terbatas dan tidak bisa terus menampung sampah dari rumah tangga.

“Ini ikhtiar kami untuk mengurangi sampah yang sulit dibuang karena TPA sudah penuh,” tegasnya, Sabtu (2/5/2026).
Karena itu, warga diajak mengelola sampah dari sumbernya—langsung dari rumah.
Sistem Mandiri: Plastik Dipilah, Organik Dikompos
Program ini dijalankan dengan konsep sederhana tapi berdampak besar:
1. Kotak donasi plastik untuk botol dan sampah plastik bersih
2. Komposter organik untuk limbah dapur dan taman
3. Gerakan lingkungan bersih di seluruh kawasan
Langkah ini diharapkan mampu menekan volume sampah yang keluar dari lingkungan.
Dukung Program Pemkot Tangsel dan Pemprov Banten
Haji Zaki menegaskan, program ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah.
“Kami ingin ikut membantu program pemerintah, baik Pemkot Tangsel maupun Pemprov Banten, dalam penanganan sampah,” ujarnya.
Artinya, gerakan warga ini menjadi bagian dari solusi bersama, bukan berjalan sendiri.
Edukasi Warga Jadi Kunci
Pengurus lingkungan juga aktif mengedukasi warga agar terbiasa memilah sampah sejak dini.
Kesadaran kolektif menjadi fondasi utama keberhasilan program ini.
Target: Lingkungan Bersih, Masa Depan Terjaga
Program ini tak hanya soal kebersihan hari ini, tapi juga investasi untuk generasi mendatang.
Dengan pengelolaan sampah mandiri, RW 15 ingin membuktikan bahwa solusi lingkungan bisa dimulai dari level terkecil: rumah dan komunitas.
Pesannya jelas: Kalau bukan dari warga, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?![]()
Ékobis 5 hari yang lalu
Kabudayaan | 5 hari yang lalu
Ékobis | 2 hari yang lalu
Patandang | 1 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Patandang | 1 hari yang lalu
Warta Banten | 5 hari yang lalu
Patandang | 1 hari yang lalu
Ékobis | 6 hari yang lalu
Pamenteun | 1 hari yang lalu