Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Banten Tancap Gas! Andra Soni Bidik PON 2032, Gandeng Lampung

Laporan: Firman
Senin, 13 April 2026 | 06:59 WIB
Gibernur Banten Andra Soni bersama Kapolda Banten Irjen Hengki di acara Final Turnamen Tenis Piala Gubernur Banten 2026 di UH Tenis Center, Kota Serang, Minggu (12/4/2026). - Biro Adpimpro Banten -
Gibernur Banten Andra Soni bersama Kapolda Banten Irjen Hengki di acara Final Turnamen Tenis Piala Gubernur Banten 2026 di UH Tenis Center, Kota Serang, Minggu (12/4/2026). - Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM — Serang — Gubernur Banten Andra Soni tak mau setengah-setengah. Dari lapangan tenis, ia melempar sinyal besar: Banten siap naik kelas. Targetnya jelas—menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional 2032 bersama Provinsi Lampung.
 

Pernyataan itu disampaikan saat Final Turnamen Tenis Piala Gubernur Banten 2026 di UH Tenis Center, Kota Serang, Minggu (12/4/2026). Bukan sekadar seremoni olahraga, tapi panggung untuk menyampaikan ambisi besar daerah.
 

Bidik PON 2032, Banten Tak Mau Jadi Penonton
 

Andra Soni menegaskan, pencalonan Banten sebagai tuan rumah PON bukan sekadar gengsi. Ada misi besar di baliknya: mendongkrak prestasi atlet sekaligus membenahi infrastruktur olahraga.
 

“Ini penting agar kita tidak tertinggal jauh, misalnya dari Jakarta. Kita ingin olahraga benar-benar hidup di masyarakat,” tegas Andra melansir laman bantenprov.go.id.
 

Menariknya, hingga penutupan pendaftaran, hanya dua daerah yang maju: Banten dan Lampung. Artinya, peluang terbuka lebar.
 

Tim dari Komite Olahraga Nasional Indonesia pun sudah turun langsung. Mereka melakukan visitasi untuk mengecek kesiapan venue dan fasilitas olahraga di Banten.
 

Ujian Nyata: Infrastruktur dan Kolaborasi
 

Bagi Banten, menjadi tuan rumah PON 2032 bukan perkara mudah. Butuh kesiapan total—dari stadion hingga SDM.
 

Andra Soni mengakui, kolaborasi adalah kunci.
 

“Semua pihak harus terlibat. Ini bukan hanya soal event, tapi langkah besar menjadikan Banten daerah maju,” ujarnya.
 

Dari Lapangan Tenis, Bangun Soliditas Forkopimda
 

Di sisi lain, Turnamen Tenis Piala Gubernur bukan sekadar adu skill. Ajang ini jadi ruang cair bagi Forkopimda untuk membangun komunikasi.
 

“Banyak hal bisa dibicarakan sambil santai, sambil olahraga,” kata Andra Soni.
 

Turnamen ini juga mempertandingkan kategori prestasi dan eksekutif—menggabungkan semangat kompetisi dan kebersamaan.
 

"Banyak Bibit Unggul, Jangan Disia-siakan"
 

Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, ikut angkat bicara. Ia menilai Banten punya banyak talenta muda yang siap bersaing di level nasional.
 

Nama-nama seperti Raya (9 tahun), peringkat 1 nasional KU-12, hingga Maulasaya di seleksi nasional KU-16 menjadi bukti.
 

“Ini harus jadi perhatian serius. Atlet berprestasi adalah kebanggaan daerah,” ujarnya.
 

Ia juga mendorong keterlibatan industri besar di Banten untuk menjadi “bapak angkat” atlet.
 

Olahraga Jadi Gerakan, Bukan Sekadar Event
 

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Banten, Ahmad Syaukani, menegaskan turnamen ini bagian dari misi “Banten Sehat dan Banten Kuat”.
 

Bukan cuma soal fisik, tapi juga membangun sinergi antar pemangku kepentingan.
 

“Olahraga masyarakat dan olahraga prestasi harus jalan beriringan,” ujarnya.
 

Peluang Besar di Depan Mata
 

Dengan hanya dua kandidat, jalan Banten menuju tuan rumah PON 2032 terbuka lebar. Tapi tantangannya juga tak kecil.
 

Jika sukses, ini bukan sekadar pesta olahraga. Ini adalah lompatan besar—dari daerah berkembang menuju provinsi yang benar-benar siap bersaing di panggung nasional.
 

Banten sedang memukul bola pertama. Pertanyaannya: siapkah menyelesaikan set hingga kemenangan?rajamedia

Komentar: