Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Nakes Tetap Siaga di Tengah Lebaran, Gubernur Banten Turun ke RS Beri Apresiasi

Laporan: Iyan Sopian
Jumat, 20 Maret 2026 | 07:52 WIB
Gubernur Andra Soni dan istri saat turun ke Rumah Sakit jelang lebaran - Biro Adpimpro Banten -
Gubernur Andra Soni dan istri saat turun ke Rumah Sakit jelang lebaran - Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM - Serang – Saat sebagian besar masyarakat bersiap menyambut Idul Fitri, ada satu kelompok yang tetap berjaga tanpa jeda: tenaga kesehatan. Gubernur Banten Andra Soni menegaskan, peran tenaga kesehatan tak tergantikan—terutama di momen krusial jelang hingga perayaan Lebaran 1447 Hijriah.
 

“Mereka ini garda terdepan yang tidak pernah libur,” tegas Andra melansir laman bantenprov.go.id.
 

Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Kamis (19/3/2026), Andra Soni turun langsung meninjau sejumlah rumah sakit di Kota Serang.
 

Ia didampingi Ketua TP-PKK Banten, Tinawati Andra Soni, serta Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudji Hastuti. Lokasi yang disambangi bukan main-main: RSUD Kota Serang, RSUD Banten, hingga RSUD dr. Dradjat Prawiranegara.
 

Di tiap titik, kepala daerah setempat ikut mendampingi. Mulai dari Wali Kota Serang Budi Rustandi hingga Wakil Bupati Serang Najib Hamas.
 

Pesannya jelas: pelayanan kesehatan tidak boleh kendor, bahkan saat libur panjang.
 

Lebaran, Justru Momen Paling Rawan
 

Menurut Andra, akhir Ramadan dan Lebaran bukan sekadar momen ibadah dan silaturahmi. Ini juga periode rawan lonjakan pasien.
 

Mulai dari kelelahan pemudik, gangguan pencernaan, hingga penyakit akibat cuaca pancaroba.
 

“Di saat masyarakat berkumpul dengan keluarga, tenaga kesehatan tetap siaga,” ujarnya.
 

Karena itu, ia memastikan langsung bahwa pelayanan tetap berjalan optimal selama libur Idul Fitri.
 

Apresiasi untuk Semua Lini
 

Tak hanya dokter dan perawat, Andra juga memberi penghargaan untuk seluruh elemen pendukung layanan kesehatan.
 

“Petugas keamanan, tenaga kebersihan, semua punya peran penting. Ini kerja tim,” katanya.
 

Apresiasi itu penting—karena di balik layanan rumah sakit, ada sistem besar yang bekerja tanpa henti.
 

Kunjungan ini bukan sekadar inspeksi. Ada sisi kemanusiaan yang terasa kuat.
 

Di RSUD Banten, Andra menyapa Samuga (75), warga Ciruas, yang tengah mendampingi istrinya, Sarida (65), dirawat akibat sakit lambung dan diare.
 

“Terima kasih atas doa dan bantuannya, Pak Gubernur,” ucap Samuga haru.
 

Di RSUD dr. Dradjat Prawiranegara, Andra juga bertemu Dewi (27), warga Cikeusal, yang sudah lima hari menunggu adiknya di ruang ICU.
 

“Saya jadi lebih semangat setelah diberi motivasi,” kata Dewi.
 

Di titik ini, kehadiran pemerintah terasa lebih dari sekadar formalitas—ia menjadi energi moral.
 

Layanan Harus Optimal, Tanpa Kompromi
 

Andra menegaskan, kesiapan fasilitas dan SDM menjadi kunci utama selama libur panjang.
 

“Kita ingin pelayanan tetap maksimal. Fasilitas akan terus dievaluasi dan ditingkatkan,” ujarnya.
 

Komitmen ini diamini Wali Kota Serang Budi Rustandi. Menurutnya, kehadiran gubernur menjadi dorongan kuat bagi daerah untuk terus berbenah.
 

“Ini jadi penyemangat bagi kami untuk meningkatkan pelayanan, khususnya di ibu kota provinsi,” katanya.
 

Negara Harus Hadir, Bahkan Saat Libur
 

Kunjungan ini menegaskan satu hal: negara tidak boleh libur ketika rakyat membutuhkan layanan.
 

Dan di garis depan, tenaga kesehatan adalah wajah nyata kehadiran itu.
 

Lebaran boleh datang.
Libur boleh panjang.
 

Tapi bagi mereka—pengabdian tetap berjalan.rajamedia

Komentar: