MMK2100 Siap Berkolaborasi Dengan Pemprov Banten Realisasikan SMK "Siap Kerja"
RMBANTEN.COM - Kota Serang – Revolusi pendidikan vokasi di Banten mulai bergerak. Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 memastikan siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten untuk mencetak lulusan SMK yang benar-benar siap kerja dan sesuai kebutuhan industri.
Ketua Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 Darwoto menegaskan, inti utama pendidikan vokasi bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan mental kerja industri.
Siap Masuk Industri
Menurut Darwoto, pendidikan karakter menjadi program unggulan yang selama ini diterapkan pihaknya.
Para siswa dibentuk agar mampu beradaptasi dengan budaya kerja industri melalui pelatihan berbasis kebutuhan dunia kerja.
“Kami siap berkolaborasi dengan Pemprov Banten dalam menyiapkan SDM yang unggul,” kata Darwoto usai pertemuan pengurus Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 bersama jajaran pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Provinsi Banten dengan Gubernur Banten Andra Soni di Gedung Negara, Kota Serang, Kamis (14/5/2026).
.
Ia menjelaskan siswa tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga dibekali kemampuan teknis, disiplin kerja, hingga pola pikir industri modern.
Jurusan SMK Dinilai Tak Nyambung dengan Industri
Darwoto mengungkapkan hasil kajian awal menunjukkan banyak jurusan SMK di sekitar kawasan industri belum sesuai dengan kebutuhan pabrik dan dunia usaha.
Menurutnya, kawasan Industri Modern Cikande dan Kasemen justru didominasi sektor metal works dan manufaktur, sementara jurusan yang banyak dibuka sekolah masih Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).
Akibatnya, lulusan SMK sering kesulitan terserap dunia kerja.
“Untuk itu, sebaiknya jurusan yang dibuka di SMK lebih kepada kebutuhan tenaga kerja industri,” ujar Darwoto melansir laman bantenprov.go.id.
Jurusan Baru Disiapkan
Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 mendorong pembukaan jurusan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri modern.
Beberapa jurusan yang diusulkan antara lain manajemen logistik, teknik pengelasan, mekatronika, hingga teknik pemesinan.
Darwoto menilai langkah tersebut penting agar lulusan SMK di Banten tidak hanya menumpuk ijazah, tetapi benar-benar punya keterampilan yang dibutuhkan perusahaan.
Ada Dua Model Kerja Sama
Darwoto menjelaskan terdapat dua model kerja sama yang bisa diterapkan bersama Pemprov Banten dalam pengembangan SMK vokasi.
Pertama adalah model partnership seperti yang diterapkan di Mojokerto, di mana sekolah memiliki bangunan dan izin sendiri, sementara operasional pendidikan dijalankan yayasan.
Kedua adalah model kolaborasi seperti di Deltamas, yakni yayasan dan sekolah bekerja bersama dalam pengelolaan kurikulum dan supervisi pendidikan.
“Di Deltamas itu kolaborasi. Yayasannya ada bersama timnya juga, namun ada kerja sama kurikulum dan supervisi,” jelasnya.
Dindikbud Akui Banyak “PR” SMK Banten
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaludin mengakui masih banyak pekerjaan rumah dalam dunia pendidikan vokasi di Banten.
Salah satunya adalah tingginya angka putus sekolah dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang justru banyak berasal dari lulusan SMK.
Menurut Jamaludin, jurusan-jurusan yang sudah jenuh harus segera disesuaikan dengan kebutuhan industri agar lulusan lebih mudah terserap kerja.
“Dengan adanya kolaborasi bersama Yayasan SMK Mitra Industri ini, saya optimis pekerjaan rumah ini bisa terselesaikan,” katanya.
Banten Ingin Cetak SDM Siap Tempur
Kolaborasi Pemprov Banten dan Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 diharapkan menjadi langkah awal membangun pendidikan vokasi yang benar-benar link and match dengan dunia industri.
Targetnya jelas: mencetak generasi muda Banten yang kompetitif, adaptif, dan siap tempur menghadapi kebutuhan industri modern.![]()
Ékobis 6 hari yang lalu
Ékobis | 6 hari yang lalu
Patandang | 3 hari yang lalu
Pulitik Jero | 3 hari yang lalu
Pamenteun | 6 hari yang lalu
Hukum | 3 hari yang lalu
Kaamanan | 3 hari yang lalu
Pamenteun | 4 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Pulitik Jero | 4 hari yang lalu