Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Andra Soni Ajak Warga Belajar ke Baduy: Jaga Alam, Jaga Masa Depan

Laporan: Firman
Minggu, 26 April 2026 | 09:44 WIB
Gubernur Banten Andra Soni saat  prosesi muka panto pada rangkaian Seba Baduy di Gedung Negara Provinsi Banten, Sabtu (25/4/2026). - Biro Adpimpro Banten -
Gubernur Banten Andra Soni saat prosesi muka panto pada rangkaian Seba Baduy di Gedung Negara Provinsi Banten, Sabtu (25/4/2026). - Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM - Kota Serang – Tradisi leluhur kembali bersuara di tengah krisis lingkungan. Gubernur Banten Andra Soni mengajak masyarakat menjadikan nilai adat Kanekes sebagai pedoman hidup, terutama dalam menjaga keseimbangan alam.
 

Ajakan itu disampaikan dalam prosesi muka panto pada rangkaian Seba Baduy di Gedung Negara Provinsi Banten, Sabtu (25/4/2026).
 

1.552 Warga Baduy Hadir, Tradisi Ratusan Tahun Terjaga
 

Sebanyak 1.552 warga Baduy, baik dari Baduy Dalam maupun Baduy Luar, hadir dalam prosesi sakral yang telah berlangsung ratusan tahun.
 

Seba Baduy digelar usai puasa Kawalu sebagai bentuk syukur sekaligus silaturahmi masyarakat adat kepada pemerintah.
 

Filosofi Baduy: Hidup Selaras dengan Alam
 

Andra Soni menegaskan, masyarakat Kanekes memberi contoh nyata tentang bagaimana manusia hidup berdampingan dengan alam tanpa merusaknya.

“Mereka mengajarkan ketaatan dan komitmen menjaga alam,” ujarnya.
 

Nilai-nilai yang ditekankan antara lain:
 

1. Menjaga hutan, sungai, dan gunung 

2. Hidup sederhana tanpa eksploitasi 

3. Taat aturan demi keseimbangan alam 
 

Peringatan dari Tetua Adat
 

Perwakilan adat, Jaro Oom, mengingatkan adanya perubahan kondisi lingkungan yang mulai terasa.
 

Pesan ini menjadi alarm bahwa kerusakan alam bukan lagi ancaman jauh, tapi sudah di depan mata.
 

Pemprov Banten Siapkan Langkah Nyata
 

Pemerintah Provinsi Banten merespons dengan mendorong langkah konkret melalui perangkat daerah.
 

Fokus ke depan diarahkan pada:
 

1. Pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal 

2. Kolaborasi pemerintah dan masyarakat adat 

3. Penerapan nilai adat dalam kehidupan modern 
 

Dilirik Dunia, Kearifan Lokal Mendunia
 

Menariknya, prosesi ini juga dihadiri perwakilan dari berbagai negara—menunjukkan bahwa kearifan lokal Baduy tak hanya relevan bagi Indonesia, tapi juga dunia.
 

Di tengah modernitas yang kerap abai pada alam, masyarakat Baduy justru menunjukkan jalan pulang: hidup sederhana, taat aturan, dan menjaga bumi.rajamedia

Komentar: