14 Nyawa Hilang dalam Tragedi Bekasi Timur, Puan Minta Jalur Kereta Dibedah Total
RMBANTEN.COM - Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka mendalam atas tragedi tabrakan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai puluhan lainnya.
Puan menegaskan insiden memilukan itu harus menjadi alarm keras bagi pemerintah, operator kereta, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membenahi total sistem keselamatan jalur kereta api.
Sampaikan Belasungkawa untuk Korban
“Atas nama pribadi maupun DPR RI, saya menyampaikan dukacita mendalam kepada para korban kecelakaan kereta api yang terjadi semalam di wilayah Bekasi,” kata Puan di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Ia berharap keluarga korban diberi kekuatan dan para korban luka segera pulih.
Kronologi Maut di Bekasi Timur
Insiden bermula ketika sebuah taksi listrik berhenti di perlintasan sebidang kawasan Bulak Kapal dan tertabrak KRL. Gangguan itu membuat rangkaian commuter line berhenti di jalur.
Tak lama kemudian, KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang melaju dari belakang menghantam KRL yang tengah berhenti. Benturan keras membuat lokomotif merangsek ke gerbong paling belakang yang merupakan gerbong khusus wanita.
Keselamatan Harus Jadi Prioritas
Puan meminta pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia tidak lagi menunda pembenahan keselamatan, khususnya di jalur padat metropolitan.
“Kita minta pemerintah, KAI, bersama stakeholder terkait memprioritaskan keselamatan di jalur kereta api. Sistem keamanan harus diperbaiki,” tegasnya.
Menurut Puan, perlintasan sebidang yang masih banyak tersebar menjadi titik rawan yang harus segera ditangani serius.
KRL Bukan Sekadar Transportasi
Politikus PDI Perjuangan itu menilai KRL bukan hanya moda angkut massal, melainkan tulang punggung mobilitas masyarakat Jabodetabek.
Jutaan warga mengandalkan commuter line setiap hari untuk bekerja, sekolah, dan aktivitas ekonomi. Karena itu, setiap kecelakaan besar bukan hanya menimbulkan korban, tetapi juga mengguncang rasa aman publik.
Investigasi Harus Transparan
Puan menekankan investigasi atas kecelakaan ini wajib menghasilkan pembelajaran struktural yang nyata, bukan sekadar laporan formalitas.
“Operator dan pemerintah harus menunjukkan bahwa standar keselamatan diperbarui secara nyata, terukur, dan dipahami masyarakat,” ujarnya.
Jangan Sampai Warga Takut Naik Kereta
Puan mengingatkan masyarakat tidak boleh dibuat ragu menggunakan transportasi kereta karena lemahnya proteksi sistem.
“KRL harus tetap menjadi moda transportasi paling dipercaya dari sisi keselamatan,” tandasnya.![]()
Ékobis 2 hari yang lalu
Kabudayaan | 2 hari yang lalu
Warta Banten | 4 hari yang lalu
Kabudayaan | 3 hari yang lalu
Patandang | 4 hari yang lalu
Warta Banten | 5 hari yang lalu
Hukum | 2 hari yang lalu
Nagara | 4 hari yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu
Parlemen | 3 hari yang lalu