KPK Sita Lima Koper Duit Suap Impor Barang KW di Ciputat
RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Hukrim - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI kembali mengungkap babak baru dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi impor barang ilegal atau barang KW di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Dalam penggeledahan di kawasan Ciputat, Jumat (13/2), penyidik menyita uang tunai senilai lebih dari Rp5 miliar.
Uang tersebut ditemukan dalam kondisi mencolok: tersimpan rapi di dalam lima koper dari lokasi yang digeledah tim penyidik KPK.
Uang Multimatauang Disimpan dalam Lima Koper
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan, selain rupiah, uang yang disita juga terdiri dari berbagai mata uang asing.
“Dalam penggeledahan tersebut, tim mengamankan barang bukti berupa lima koper berisi uang tunai senilai lebih dari Rp5 miliar,” kata Budi kepada wartawan.
Ia merinci, mata uang asing yang ikut diamankan antara lain dolar Amerika Serikat, dolar Singapura, dolar Hongkong, serta ringgit Malaysia. Seluruh uang tersebut kini telah disita dan akan menjadi bagian penting dalam pembuktian perkara.
Dokumen dan Barang Elektronik Ikut Diamankan
Tak hanya uang tunai, KPK juga menyita sejumlah dokumen serta barang bukti elektronik dari lokasi penggeledahan. Seluruh temuan itu akan didalami untuk menelusuri aliran dana, pihak-pihak yang terlibat, serta pola suap dalam praktik impor barang ilegal tersebut.
“Penyidik masih akan mendalami keterkaitan barang bukti ini dengan para tersangka,” ujar Budi.
Pengembangan OTT Bea Cukai
Penggeledahan di Ciputat ini merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK pada 4 Februari 2026 di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan.
Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan 17 orang, termasuk Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat, RZL.
Enam Tersangka Sudah Ditetapkan
Sehari setelah OTT, KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka terdiri dari pejabat di lingkungan Bea Cukai serta pihak swasta yang diduga berperan sebagai pemberi dan penerima suap terkait praktik impor barang KW.
KPK menegaskan penyidikan masih terus berkembang. Tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka bertambah seiring pendalaman barang bukti dan aliran dana yang kini mulai terkuak lewat temuan lima koper uang tunai tersebut.![]()
Parlemen 4 hari yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu
Patandang | 2 hari yang lalu
Pulitik Jero | 4 hari yang lalu
Ékobis | 4 hari yang lalu
Warta Banten | 4 hari yang lalu
Warta Banten | 6 hari yang lalu
Ékobis | 2 hari yang lalu
Pulitik Jero | 1 hari yang lalu
Pendidikan | 1 hari yang lalu
