Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Wali Kota Tangerang Tegaskan CFD Permukiman Jadi Senjata Lawan Sampah!

Laporan: Firman
Minggu, 04 Januari 2026 | 17:52 WIB
Wali Kota Sachrudin saat mengikuti kegiatan CFD sekaligus penyerahan armada truk pengangkut sampah di Balai RW 01, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Minggu (4/1/2026). - Pemkot Tangerang -
Wali Kota Sachrudin saat mengikuti kegiatan CFD sekaligus penyerahan armada truk pengangkut sampah di Balai RW 01, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Minggu (4/1/2026). - Pemkot Tangerang -

RMBANTEN.COM - Kota Tangerang — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menguatkan gerakan perubahan perilaku masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah. 
 

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkot mendorong pelaksanaan Car Free Day (CFD) di lingkungan permukiman sebagai sarana membangun budaya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dimulai dari lingkungan terdekat.
 

Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menegaskan, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran dan keterlibatan aktif warga. CFD dinilai menjadi ruang efektif untuk menanamkan kebiasaan hidup bersih secara kolektif.
 

Ajakan tersebut disampaikan Sachrudin saat mengikuti kegiatan CFD sekaligus penyerahan armada truk pengangkut sampah di Balai RW 01, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Minggu (4/1/2026).
 

Perubahan Dimulai dari Jalan Depan Rumah
 

Sachrudin menyebut, CFD di tingkat kelurahan menjadi contoh nyata bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di lingkungan sekitar.
 

“Car Free Day di Kelurahan Petir hari ini menjadi contoh bahwa perubahan besar bisa dimulai dari lingkungan terdekat. Dari jalan di depan rumah, dari kebiasaan pagi hari, dan dari kepedulian yang tumbuh bersama,” ujar Sachrudin.
 

Kegiatan CFD diawali dengan senam Ling Tien Kung bersama komunitas dan warga, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan simbolis satu unit truk pengangkut sampah dan 15 unit gerobak sampah hasil peremajaan armada lama yang sudah tidak layak operasional.
 

Armada dari Pajak Warga, Kembali untuk Warga
 

Sachrudin menegaskan, pengadaan armada kebersihan tersebut bersumber dari kontribusi masyarakat melalui pembayaran pajak dan retribusi sampah.
 

“Ini berasal dari uang masyarakat juga. Dari kesadaran bapak dan ibu membayar pajak serta retribusi sampah, yang kemudian dikembalikan lagi untuk kepentingan warga sendiri, demi menjaga kebersihan lingkungan,” tegasnya.
 

Di hadapan Kepala DLH Kota Tangerang, Camat Cipondoh, serta tokoh masyarakat, Sachrudin juga menanggapi aspirasi warga terkait percepatan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
 

TPST Ditunggu, PHBS Jangan Menunggu
 

Menurut Sachrudin, persoalan kebersihan memiliki dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu, ia mengajak warga tidak menunggu selesainya fasilitas TPST untuk mulai berperilaku hidup bersih.
 

“Sambil menunggu TPST selesai, mari budayakan PHBS. Mulai memilah sampah dari rumah, membuang sampah pada tempatnya, dan bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan,” ungkapnya.
 

Sebagai informasi, berbeda dengan Tempat Penampungan Sementara (TPS), TPST tidak hanya menampung dan memilah sampah, tetapi juga dilengkapi fasilitas pengolahan sehingga sampah dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi maupun energi dengan dukungan teknologi modern.
 

Warga Apresiasi Peremajaan Armada
 

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana CFD, Iskandar Idris, mengapresiasi perhatian Pemkot Tangerang terhadap persoalan kebersihan di wilayahnya. Ia menyebut peremajaan armada pengangkut sampah sangat membantu warga.
 

“Kami bersyukur TPS Pasar Rubuh sudah ditutup sehingga mengurangi buangan sampah dari wilayah lain. Armada pengangkut sampah yang baru ini sangat berarti bagi warga, meski belum sepenuhnya mencukupi,” ujar Iskandar yang juga Ketua RW 01 Kelurahan Petir.
 

Ia berharap, pembangunan TPST dapat segera direalisasikan untuk menjawab persoalan sampah secara lebih komprehensif.
 

Usai kegiatan, Wali Kota Tangerang meninjau sejumlah gerai UMKM yang berjualan di sepanjang area CFD sekaligus mengecek kondisi kebersihan di sekitar lokasi eks TPS Pasar Rubuh.rajamedia

Komentar: