Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Seruput Kopi di Tengah Pidato, Prabowo: Daerah Penghasil Kopi Pasti Dukung Saya di 2029

Laporan: Raja Media Network
Jumat, 14 Agustus 2026 | 15:57 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat pidato kenegaraan - Repro -
Presiden Prabowo Subianto saat pidato kenegaraan - Repro -

RMBANTEN.COM — Jakarta — Presiden Prabowo Subianto kembali mencairkan suasana dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
 

Di tengah pidato, Prabowo tiba-tiba meminta izin untuk menyeruput kopi yang telah disiapkan di dekatnya. Momen sederhana itu kemudian berubah menjadi kelakar politik mengenai Pemilu 2029.
 

Berhenti Sejenak untuk Ngopi
 

Prabowo menghentikan pidatonya sejenak sebelum mengangkat cangkir kopi.
 

“Maaf saya mohon izin,” kata Prabowo sembari menyeruput kopi.
 

Presiden kemudian memuji kopi Indonesia yang menurutnya memiliki kualitas terbaik. Dari sanalah kelakar mengenai dukungan politik pada Pemilu 2029 muncul.
 

“Memang kopi di Indonesia yang terbaik. Daerah-daerah penghasil kopi pasti dukung saya,” ujar Prabowo.
 

Pernyataan tersebut disampaikan dengan nada bercanda dan mendapat perhatian peserta sidang yang hadir di Kompleks Parlemen.
 

“Tenang Saja, Pemilu Masih Lama”
 

Prabowo kemudian menyadari bahwa ucapannya bisa dikaitkan dengan persaingan politik menuju Pemilu 2029.
 

Karena itu, ia meminta para calon pesaingnya tidak perlu khawatir. Menurut Prabowo, kontestasi politik tersebut masih cukup jauh.
 

“Tenang saja, pemilu masih lama. Ini banyak nih calon-calon,” ujarnya.
 

Kelakar tersebut sekaligus menunjukkan suasana santai Prabowo di tengah pidato kenegaraan yang membahas berbagai persoalan strategis pemerintahan dan pembangunan nasional.
 

Kopi, Kelakar, dan Politik 2029
 

Pernyataan Prabowo soal daerah penghasil kopi memang disampaikan sebagai candaan, bukan pengumuman mengenai pencalonan resmi pada Pemilu 2029.
 

Namun, kalimat tersebut menarik perhatian karena disampaikan di hadapan forum kenegaraan, ketika isu mengenai arah politik nasional dan kontestasi 2029 mulai menjadi pembicaraan publik.
 

Prabowo sendiri menutup kelakar tersebut dengan mengingatkan bahwa perjalanan menuju Pemilu 2029 masih panjang.
 

Di tengah suasana politik yang mulai menghangat, secangkir kopi pun menjadi bagian kecil dari pidato kenegaraan Presiden.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: