Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Tangsel Menuju Kinclong! Kabel Semrawut Disulap Masuk Bawah Tanah

Laporan: Firman
Senin, 27 Juli 2026 | 19:25 WIB
Penataan kabel semrawut di Kota Tangerang Selatan - Foto: Dok. Pemkot Tangsel -
Penataan kabel semrawut di Kota Tangerang Selatan - Foto: Dok. Pemkot Tangsel -

RMBANTEN.COM – Kota Tangsel – Wajah Kota Tangerang Selatan terus berubah. Pemandangan kabel-kabel telekomunikasi yang semrawut menggantung di udara kini mulai menghilang, berganti dengan koridor jalan yang lebih bersih, rapi, dan modern.
 

Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui program relokasi jaringan utilitas ke bawah tanah berhasil menata sejumlah ruas jalan strategis, termasuk Jalan WR Supratman dan Jalan Merpati Raya di Kecamatan Ciputat Timur.
 

Bukan Sekadar Mempercantik Kota
 

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan, penataan jaringan utilitas bukan hanya untuk memperindah wajah kota, tetapi juga meningkatkan keselamatan masyarakat dan memperkuat infrastruktur perkotaan.
 

"Penataan jaringan kabel telekomunikasi ini bukan hanya memperindah wajah kota, tetapi juga meningkatkan keselamatan masyarakat, mempermudah pemeliharaan jaringan, dan mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan," ujar Benyamin, Senin (27/7/2026).
 

Menurutnya, program tersebut akan terus diperluas secara bertahap hingga menjangkau berbagai koridor jalan utama di Tangsel.
 

Kolaborasi Tanpa Bebani APBD
 

Program relokasi kabel udara ke bawah tanah telah berjalan sejak 2022 melalui kolaborasi Dinas SDABMBK Kota Tangsel bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL).
 

Menariknya, pembangunan jaringan bawah tanah atau ducting tersebut tidak menggunakan dana APBD Kota Tangerang Selatan.
 

Seluruh proses dikerjakan melalui kerja sama dengan para operator telekomunikasi yang secara bertahap memindahkan jaringan aktif mereka ke saluran bawah tanah.
 

Proses Rumit, Hasilnya Nyata
 

Kepala Dinas SDABMBK Kota Tangsel Robbi Cahyadi menjelaskan, relokasi utilitas bukan pekerjaan sederhana.
 

Setiap operator memiliki kesiapan jaringan yang berbeda sehingga proses migrasi harus dilakukan bertahap agar layanan telekomunikasi tetap berjalan normal tanpa mengganggu masyarakat.
 

"Sejak awal 2022 kami bersama APJATEL melakukan koordinasi mulai dari perencanaan, pembangunan ducting hingga pemindahan kabel milik masing-masing operator. Alhamdulillah hasilnya mulai dirasakan masyarakat," kata Robbi.
 

Sudah Sembilan Ruas Jalan Ditata
 

Hingga pertengahan 2026, sedikitnya sembilan ruas jalan telah berhasil ditata menggunakan teknologi Horizontal Directional Drilling (HDD), yakni metode pengeboran bawah tanah tanpa membongkar badan jalan.
 

Koridor yang telah ditata meliputi:
 

1. Jalan Ciater Raya 

2. Jalan Parakan–Benda 

3. Jalan Serua Raya 

4. Jalan Cendrawasih Raya 

5. Jalan Bhayangkara 

6. Jalan Menjangan Raya 

7. Jalan Merpati Raya 

8. Sebagian Jalan WR Supratman 

Sementara sejumlah ruas jalan lainnya masih dalam tahap pembangunan jaringan bawah tanah, penarikan kabel, hingga survei perencanaan.
 

Tangsel Menuju Kota Modern
 

Robbi menegaskan, manfaat relokasi utilitas jauh melampaui aspek estetika.
 

Menurutnya, jaringan bawah tanah membuat kota lebih aman, memudahkan pemeliharaan jaringan, sekaligus mendukung pembangunan kota modern yang berkelanjutan.
 

Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun.
 

"Kami memahami selama proses pembangunan masyarakat sempat merasa terganggu. Namun setelah selesai, manfaatnya dapat dirasakan bersama. Mari kita jaga fasilitas ini agar Tangsel semakin nyaman, aman, dan memiliki wajah kota yang lebih tertata," pungkasnya.
 

Program relokasi kabel udara ke bawah tanah menjadi salah satu langkah nyata Pemkot Tangsel dalam menghadirkan kota yang lebih modern, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: