Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Senja Ramadan di Tahun Ke-33: Kota Tangerang Rayakan HUT denagan Doa dan Kesederhanaan

Laporan: Iyan Sopian
Minggu, 01 Maret 2026 | 14:54 WIB
Ribuan masyarakat berkumpul bersama dalam acara Ngabuburit dan Buka Bersama spesial memperingati hari jadi Kota Tangernag yang ke-33  - Prokopim Kota Tangerang-
Ribuan masyarakat berkumpul bersama dalam acara Ngabuburit dan Buka Bersama spesial memperingati hari jadi Kota Tangernag yang ke-33 - Prokopim Kota Tangerang-

RMBANTEN.COM - Kota Tangerang - Tak ada pesta gemerlap. Tak ada jarak antara pemimpin dan rakyat. Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang justru dirayakan dengan cara sederhana namun sarat makna.
 

Sabtu (28/02/2026), ribuan warga memadati Taman Elektrik. Mereka datang untuk ngabuburit dan berbuka puasa bersama, menyatu dalam suasana Ramadan yang hangat dan penuh kekeluargaan.
 

Duduk Tanpa Sekat, Berbagi Tanpa Jarak
 

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, hadir bersama Wakil Wali Kota Maryono Hasan, unsur Forkopimda, jajaran perangkat daerah, tokoh masyarakat, hingga anak-anak yatim.
 

Tak ada panggung tinggi yang membatasi. Semua duduk berdampingan, berbagi waktu, doa, dan kebahagiaan di bawah langit senja Ramadan.
 

Dalam sambutannya, Sachrudin mengajak warga merenungi perjalanan panjang kota yang kini genap 33 tahun.
 

“Usia 33 tahun adalah perjalanan penuh dinamika. Kita pernah menghadapi masa sulit, namun berkat kebersamaan dan kolaborasi, Kota Tangerang terus tumbuh dan melangkah maju. Setiap capaian adalah buah gotong royong masyarakat,” ujarnya.
 

Membangun Kota dengan Kepedulian
 

Bagi Sachrudin, membangun kota bukan semata soal beton dan infrastruktur. Ramadan, katanya, mengajarkan bahwa pembangunan sejati juga menyentuh nilai kemanusiaan.
 

“Menjaga lingkungan, menjaga kebersihan, dan saling peduli adalah bagian dari pembangunan itu sendiri. Pemerintah membutuhkan peran serta masyarakat agar kota ini tumbuh dengan nilai kepedulian,” tuturnya.
 

Menjelang azan magrib, suasana semakin khusyuk saat Ketua MUI Kota Tangerang, Baijuri Khotib, menyampaikan tausyiah. Ia mengingatkan pentingnya empati, terutama kepada anak-anak yatim.
 

“Di tengah kebahagiaan hari jadi kota, jangan sampai ada saudara kita yang terabaikan,” pesannya.
 

Santunan dan Apresiasi Integritas
 

Sebagai wujud nyata kepedulian, Sachrudin bersama Maryono dan jajaran kepala perangkat daerah menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim melalui program Tangerang Bersedekah—gerakan berbagi dari para pegawai Pemkot.
 

Tak hanya itu, penghargaan juga diberikan kepada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Tangerang atas dukungan dalam penegakan hukum keimigrasian.
 

Apresiasi serupa diberikan kepada perangkat daerah yang meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), sebagai simbol komitmen menjaga integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih.
 

“Semoga kebersamaan ini terus berlanjut dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kota Tangerang,” pungkas Sachrudin.
 

Di usia ke-33, Kota Tangerang memilih merayakan kedewasaannya dengan doa, empati, dan kebersamaan. Sebab kota yang kuat bukan hanya yang megah pembangunannya, tetapi juga yang hangat nilai kemanusiaannya.rajamedia

Komentar: