Mudik Aman! Tiga Pelabuhan Banten Dipantau Langsung Menhub
RMBANTEN.COM - Banten — Pemerintah memastikan jalur penyeberangan Jawa–Sumatra tetap terkendali menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi turun langsung meninjau tiga pelabuhan strategis di Banten, mulai Minggu (15/3) malam hingga Senin (16/3) dini hari.
Tiga pelabuhan yang dipantau yakni Pelabuhan BBJ Bojonegara, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan Merak.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus penyeberangan kendaraan logistik maupun pemudik yang akan melintasi jalur laut menuju Pulau Sumatra.
Pelabuhan BBJ Ramai Tapi Terkendali
Saat meninjau Pelabuhan BBJ Bojonegara, Menhub memastikan kondisi operasional masih terkendali.
Menurut Dudy Purwagandhi, aktivitas di pelabuhan terpantau ramai namun tetap lancar. Seluruh kendaraan logistik sudah berada di area pelabuhan dan menunggu giliran untuk naik kapal.
“Situasi di pelabuhan aman dan terkendali. Seluruh truk sudah masuk ke area pelabuhan dan tidak ada penumpukan kendaraan di luar pelabuhan,” ujarnya.
Saat ini terdapat 12 kapal yang beroperasi di pelabuhan tersebut untuk melayani pengangkutan kendaraan logistik menuju Sumatra.
Buffer Zone Disiapkan Jika Lonjakan Terjadi
Mengantisipasi lonjakan kendaraan, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi.
Jika terjadi kepadatan, kendaraan logistik akan diarahkan menuju buffer zone di KM 43 dan KM 68 hingga kondisi pelabuhan kembali normal.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan kantong parkir di kawasan PT BAM yang mampu menampung hingga 4.000 kendaraan.
Pemerintah juga memastikan penerapan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, serta Kepolisian Negara Republik Indonesia tetap dijalankan, khususnya terkait pembagian pelabuhan berdasarkan jenis dan sumbu kendaraan.
Pelabuhan Merak dan Ciwandan Relatif Lancar
Saat meninjau Pelabuhan Ciwandan dan Pelabuhan Merak, Menhub juga mendapati kondisi yang relatif lancar.
Pemudik yang menggunakan sepeda motor dan mobil hanya mengantre untuk masuk ke kapal tanpa terjadi kepadatan di luar area pelabuhan.
Meski demikian, kendaraan logistik besar golongan 7, 8, dan 9 tetap diarahkan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara untuk menjaga kelancaran arus di Merak.
“Kita harus konsisten dengan pembagian pelabuhan yang sudah disepakati,” tegas Menhub.
Puluhan Ribu Pemudik Sudah Menyeberang
Data dari PT ASDP Indonesia Ferry mencatat pada H-6 Lebaran, jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatra mencapai 48.286 orang.
Rinciannya antara lain:
- 4.446 unit sepeda motor
- 6.544 unit mobil pribadi
- 1.290 unit truk logistik
- 296 unit bus
Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat menjelang puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada 16 dan 18 Maret 2026.
Waspada Cuaca Ekstrem di Selat Sunda
Di akhir peninjauannya, Dudy Purwagandhi juga mengingatkan seluruh petugas dan operator pelabuhan untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di Selat Sunda.
Jika terjadi gelombang tinggi atau cuaca buruk, petugas KSOP diminta segera menyampaikan informasi kepada seluruh pihak di lapangan agar langkah mitigasi dapat dilakukan lebih cepat.
“Koordinasi harus terus diperkuat agar tidak terjadi kepadatan kendaraan menuju pelabuhan,” katanya.
Menhub berharap seluruh proses mudik dan arus balik Lebaran tahun ini berjalan lancar sehingga masyarakat dapat sampai ke kampung halaman dengan aman dan nyaman. 🚢![]()
Patandang 6 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Hukum | 6 hari yang lalu
Patandang | 16 jam yang lalu
Hukum | 3 hari yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Pamenteun | 4 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Pulitik Jero | 1 hari yang lalu