Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Pemuda Bersenjata Golok Ngamuk di Ciledug, Keluarga Terluka!

Laporan: Firman
Minggu, 18 Januari 2026 | 10:40 WIB
Petugas Damkar dan Polisi amankan seorang pemuda yang ngamuk bawa golok di Ciledeg - DOk Pemkot Tangerang -
Petugas Damkar dan Polisi amankan seorang pemuda yang ngamuk bawa golok di Ciledeg - DOk Pemkot Tangerang -

RMBANTEN.COM - Kota Tangerang — Warga Jalan Wiru Indah, Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, dikejutkan insiden mencekam pada Minggu dini hari (18/1/2026). Seorang pemuda berinisial RF (21) mengamuk sambil menghunus senjata tajam jenis golok, melukai anggota keluarga hingga membuat warga sekitar ketakutan.
 

Aksi brutal tersebut diduga dipicu kondisi depresi berat yang dialami pelaku akibat persoalan asmara. Dalam kondisi emosi tidak terkendali, RF menyerang siapa saja yang mencoba mendekat, termasuk kerabat dekatnya sendiri.
 

Petugas Gabungan Turun Tangan
 

Mendapat laporan dari warga yang merasa terancam, petugas gabungan dari UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Ciledug BPBD Kota Tangerang bersama Polsek Ciledug segera mendatangi lokasi kejadian.
 

Situasi sempat memanas karena pelaku terus mengayunkan golok secara membabi buta. Warga diminta menjauh demi menghindari korban tambahan.
 

Keluarga Ikut Jadi Korban
 

Petugas UPT Damkar Ciledug, Barasetio, mengungkapkan bahwa korban luka dalam peristiwa tersebut berasal dari lingkungan keluarga pelaku sendiri.
 

“Info dari pihak keluarga, yang terluka dari peristiwa semalam di antaranya orang tua, paman, dan kerabatnya,” ujar Barasetio melansir laman Pemkot Tangerang.

 

Pelumpuhan Berlangsung Dramatis
 

Upaya penanganan pelaku berlangsung hampir satu jam. Petugas terlebih dahulu mencoba pendekatan persuasif dengan mengajak pelaku berdialog agar menurunkan emosinya. Namun, kondisi kejiwaan RF yang tidak stabil membuat pendekatan tersebut gagal.
 

Demi keselamatan petugas dan warga, tindakan tegas terpaksa diambil.
 

“Kami terpaksa menggunakan bambu karena dia menggunakan senjata tajam yang berbahaya dan menyerang kami secara membabi buta. Butuh waktu hampir satu jam untuk menenangkan anak muda itu,” jelas Barasetio.
 

Dengan menggunakan batang bambu, petugas berhasil menjatuhkan golok dari tangan pelaku dan melumpuhkannya.
 

Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa
 

Usai dilumpuhkan, tangan dan kaki RF diikat sebagai langkah pengamanan untuk mencegah serangan susulan. Selanjutnya, pelaku diserahkan kepada pihak keluarga.
 

RF kemudian dibawa ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan penanganan medis terkait gangguan kejiwaan yang dialaminya.
 

Hingga Minggu pagi, situasi di lokasi kejadian dilaporkan kondusif, meski trauma dan kekhawatiran masih dirasakan warga sekitar atas insiden tersebut.rajamedia

Komentar: