Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Warga Babakan Kota Tangerang Keramas Bareng Jelang Ramadan, Bersih Lahir Batin!

Laporan: Iyan Sopian
Selasa, 17 Februari 2026 | 21:36 WIB
Ratusan warga Kelurahan Babakan, Keramas Bareng jelang ramadan di bantaran Sungai Cisadane, tepatnya di Kampung Bekelir, Selasa (17/2/2026).  - Foto: Dok Pemkot Tangerang -
Ratusan warga Kelurahan Babakan, Keramas Bareng jelang ramadan di bantaran Sungai Cisadane, tepatnya di Kampung Bekelir, Selasa (17/2/2026). - Foto: Dok Pemkot Tangerang -

RMBANTEN.COM - Kota Tangerang - Aroma Ramadan mulai terasa di Kota Tangerang. Ratusan warga Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, tumpah ruah di bantaran Sungai Cisadane, tepatnya di Kampung Bekelir, Selasa (17/2/2026). 
 

Mereka bukan sekadar mandi bersama. Mereka sedang merawat tradisi: keramas bareng jelang bulan suci.
 

Tradisi turun-temurun ini telah bertahan puluhan tahun—menjadi simbol penyucian diri sekaligus perekat kebersamaan warga.
 

Bukan Sekadar Mandi Bersama
 

Kepala Bidang Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Supendi, menegaskan keramas bareng bukan aktivitas biasa.
 

“Ini tradisi masyarakat Babakan yang sudah dilakukan puluhan tahun di bantaran Sungai Cisadane. Nilainya bukan hanya membersihkan badan, tetapi juga menyucikan hati dan mempererat silaturahmi menjelang Ramadan,” ujar  Supendi melansir laman resmi Pemkot Tangerang.
 

Menurutnya, tradisi ini sarat makna spiritual dan sosial. Air sungai menjadi simbol pembersihan diri sebelum memasuki bulan penuh ampunan.
 

Diusulkan Jadi Warisan Budaya
 

Supendi menyebut, keramas bareng telah menjadi bagian dari identitas budaya Kota Tangerang. Bahkan, pihaknya sudah mengusulkan tradisi ini sebagai warisan budaya tak benda agar tetap lestari lintas generasi.
 

Langkah ini dinilai penting, agar nilai-nilai lokal tidak tergerus zaman.
 

Di tengah modernisasi, warga Babakan memilih tetap berpegang pada akar tradisi.
 

Dari Anak-anak hingga Orang Tua
 

Sekretaris Camat Tangerang, Ahmad Taufik Hidayat, menjelaskan tradisi ini rutin digelar setiap tahun oleh warga RW 01 dan RW 02 Kelurahan Babakan.
 

Semua turun tangan. Anak-anak, remaja, hingga orang tua larut dalam suasana kebersamaan.
 

“Keramas bareng ini dilakukan untuk menyambut Ramadan dengan keadaan bersih lahir dan batin. Ini juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin rajin beribadah, berpuasa dan memperbanyak kegiatan keagamaan,” katanya.
 

Tradisi yang Menguatkan Hati
 

Bagi warga, tradisi ini bukan seremoni tahunan semata. Indah, salah satu peserta, mengaku selalu menantikan momen tersebut.
 

“Rasanya beda, lebih khusyuk menyambut Ramadan karena dilakukan bersama-sama. Selain bersih badan, hati juga terasa lebih tenang,” ungkapnya.
 

Di tepi Cisadane, air mengalir pelan. Tawa dan doa menyatu.
 

Keramas bareng bukan hanya soal membasuh rambut. Ia adalah cara warga Babakan membersihkan diri—dan menjaga warisan budaya tetap hidup menjelang Ramadan.rajamedia

Komentar: