Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

HUT KOTA TANGERANG

Nikah Masal,106 Pasang Pengantin Dirayakan Lewat Tangerang Ngebesan

Laporan: Tim Redaksi
Kamis, 12 Februari 2026 | 21:24 WIB
Wali Kota Tangerang Sachrudin mendampingi rombongan pengantin di acara Tangerang Ngabesan - Foto: Dok Pemkot Tangerang -
Wali Kota Tangerang Sachrudin mendampingi rombongan pengantin di acara Tangerang Ngabesan - Foto: Dok Pemkot Tangerang -

RMBANTEN.COM – Kota Tangerang -  Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang dirayakan dengan cara tak biasa. Pemerintah Kota Tangerang menggelar Tangerang Ngebesan, sebuah pesta rakyat berupa resepsi pernikahan massal bagi 106 pasang pengantin, di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (12/2/2026).
 

Tak sekadar seremoni, acara ini menjadi simbol kehadiran negara dalam urusan paling mendasar masyarakat: pengakuan hukum, budaya, dan kebahagiaan keluarga.
 

Pesta Rakyat: Murah Meriah, Manfaat Besar
 

Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan, Tangerang Ngebesan dirancang agar perayaan HUT kota benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Hari ini kita memfasilitasi resepsi 106 pasang pengantin. Setelah isbat nikah dan pencatatan perkawinan, kini mereka dirayakan bersama. Ini pesta rakyat yang sederhana, murah meriah, tapi manfaatnya sangat besar,” ujar Sachrudin.
 

Ia menambahkan, momentum ulang tahun kota harus menghadirkan kebahagiaan nyata, bukan sekadar seremoni pemerintahan.
 

Isbat Nikah hingga Resepsi Budaya Betawi Tangerang
 

Dari total 106 pasangan, terdiri atas 97 pasangan muslim dan 9 pasangan non-muslim. Seluruh proses legalitas dilakukan sesuai ketentuan, melalui Pengadilan Agama untuk pasangan muslim dan Disdukcapil untuk pasangan non-muslim.
 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urip Hermawan, menjelaskan bahwa Tangerang Ngebesan juga menjadi sarana pelestarian budaya Betawi Tangerang.
 

“Mulai dari arak-arakan pengantin, penyerahan roti buaya, palang pintu, pantun, hingga gambang kromong dan tehyan. Ini tradisi yang kita rawat di tengah masyarakat yang semakin heterogen,” jelas Boyke.

 

Seluruh kebutuhan resepsi—mulai dari tenda, panggung, hingga hiburan—difasilitasi penuh oleh pemerintah.
 

Pasangan Lansia Jadi Simbol Kebahagiaan Negara Hadir
 

Salah satu momen paling mengharukan datang dari pasangan tertua, Maman (75) dan Armah (69), warga Kecamatan Jatiuwung. Setelah 53 tahun menikah, keduanya baru kini memiliki buku nikah yang sah secara negara—lengkap dengan pesta pernikahan.


“Cucu sudah enam, dulu nikah tidak ada pesta. Sekarang malah dirayakan meriah dan didatangi pejabat. Kami senang dan berterima kasih,” ucap Maman dengan mata berbinar.
 

Lewat Tangerang Ngebesan, Pemkot Tangerang menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga pengakuan, budaya, dan kebahagiaan warganya.rajamedia

Komentar: