Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Padi Organik PS-08 Tumbuh dari Banten, Siap Jadi Varietas Unggulan Nasional

Laporan: Firman
Kamis, 12 Februari 2026 | 17:44 WIB
Panen padi organik varietas PS-08 di Kabupaten Pandeglang  - Biro Adpipmpro Banten -
Panen padi organik varietas PS-08 di Kabupaten Pandeglang - Biro Adpipmpro Banten -

RMBANTEN.COM – Pandeglang - Provinsi Banten kembali mencatatkan tonggak penting di sektor pertanian. Padi organik varietas PS-08, hasil persilangan sejumlah galur padi unggulan, berhasil dikembangkan dan dipanen perdana di lahan seluas 753 hektare di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.
 

Varietas ini digadang-gadang menjadi padi unggulan nasional yang mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di tengah alih fungsi lahan dan perubahan iklim.
 

Panen Perdana di Carita
 

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M Tauchid, mengatakan panen raya padi organik PS-08 menjadi bukti keseriusan Banten dalam mengembangkan varietas unggul berbasis pertanian berkelanjutan.
 

“Alhamdulillah, hari ini kita menghadiri panen raya padi organik varietas PS-08,” ujar Agus, mengutip laman bantenprov.go.id, Kamis (12/2/2026).
 

Menurutnya, PS-08 merupakan padi organik sekaligus bibit unggul hasil persilangan beberapa varietas terbaik yang dikembangkan oleh Yayasan Bakti Bela Negara.
 

Menuju Sertifikasi Benih Nasional
 

Agus menegaskan, Pemprov Banten bersama Yayasan Bakti Bela Negara sepakat memperluas pengembangan PS-08 sekaligus mendorong proses sertifikasi benih unggul nasional.
 

“Secara teknis, galur varietas PS-08 akan segera didaftarkan untuk diproses menjadi benih unggul nasional,” tegasnya.
 

Ia optimistis PS-08 akan menjadi salah satu varietas andalan nasional yang dapat diandalkan dalam jangka panjang.
 

Banten Dipilih Jadi Lokasi Pengembangan
 

Penanaman PS-08 di Banten merupakan percontohan pertama. Ketua Yayasan Bakti Bela Negara, Seno Adjie, menyebut Banten dipilih karena masih memiliki lahan potensial, berbeda dengan daerah lain seperti Karawang yang banyak mengalami alih fungsi menjadi kawasan industri.
 

“Kami mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat, Pemprov Banten, dan Pemerintah Pusat. Ini cita-cita besar kami,” kata Seno.

 

Pemerintah pusat pun mendukung penuh dengan menetapkan Banten sebagai salah satu lumbung padi nasional sekaligus lokasi strategis pengembangan PS-08.
 

Produktivitas Tinggi dan Tahan Hama
 

Seno mengungkapkan keunggulan PS-08 terletak pada daya tahan terhadap cuaca ekstrem dan hama, serta produktivitas tinggi.
 

“Per hektare bisa menghasilkan lebih dari 10 ton. Ini padi yang sangat menjanjikan,” ungkapnya.
 

Pemkab Pandeglang telah menyatakan kesiapan menyediakan 50 ribu hektare lahan sawah untuk kerja sama penanaman. Namun, penggarapan akan dilakukan bertahap, dimulai dari 3 ribu hektare, dengan tahap awal seluas 753 hektare yang kini telah dipanen.
 

Petani Dijamin Akses Pasar
 

Untuk menjaga keberlanjutan program, Yayasan Bakti Bela Negara juga telah menyiapkan jaringan konsumen tetap, agar hasil panen petani cepat terserap pasar.
 

“Petani ingin hasil panennya cepat terserap. Itu yang kami jaga,” pungkas Seno.rajamedia

Komentar: