Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Purbaya-Trenggono "Ribut" di Medsos, DPR: Pembantu Presiden Jangan Saling Intrik!

Laporan: Raja Media Network
Kamis, 12 Februari 2026 | 20:08 WIB
Kolase Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa - Repro -
Kolase Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa - Repro -

RMBANTEN.COM - Jakarta, Polkam — Polemik terbuka antara Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di media sosial menuai respons keras dari DPR RI. Komisi IV mengingatkan, para pembantu Presiden Prabowo Subianto seharusnya fokus bekerja, bukan saling berdebat di ruang publik.
 

Peringatan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan, merespons cekcok dua menteri Kabinet Merah Putih yang sempat menjadi sorotan luas masyarakat.
 

"Jangan Bikin Kesan Tak Kompak"
 

Menurut Yohan, perbedaan pandangan antarmenteri adalah hal wajar. Namun, memamerkannya ke publik justru berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
 

“Para pembantu presiden harus fokus membantu presiden, jangan saling intrik,” tegas Yohan saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
 

Politikus PAN itu menilai, komunikasi para menteri seharusnya menjadi teladan, bukan sebaliknya.
 

Kepercayaan Publik Jadi Taruhan
 

Yohan mengingatkan, polemik terbuka antara Menkeu dan Menteri KP berisiko memunculkan kesan lemahnya koordinasi di internal kabinet.
 

“Para menteri harus lebih bijak dalam berkomunikasi, saling menjaga dan menguatkan, bukan saling menegasi. Kalau ini terus terjadi, bisa menimbulkan kecurigaan dan menurunkan kepercayaan masyarakat serta pelaku usaha,” ujarnya.
 

Awal Mula Ribut Kapal KKP
 

Polemik bermula ketika Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran karena KKP belum memesan kapal ke galangan nasional, padahal anggaran pengadaan kapal sudah disiapkan Kementerian Keuangan.
 

Pernyataan itu disampaikan Purbaya dalam forum “Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia” yang digelar Kadin Indonesia.
 

Anggaran Belum Cair, Rencana Harus Jalan
 

Menkeu menegaskan, berdasarkan pengecekan internal, anggaran pengadaan kapal untuk KKP belum dikucurkan.
 

“Sudah saya cek. Memang belum (dikucurkan),” ujar Purbaya di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (11/2/2026).
 

Meski demikian, ia menilai pemesanan kapal tidak semestinya menunggu pencairan anggaran, selama perencanaannya sudah matang.
 

“Kalau rencana kapalnya sudah ada ribuan unit, masa menunggu anggaran dulu. Harusnya gerakan di depannya sudah terlihat,” kata Purbaya.
 

Trenggono: Stop Polemik, Kembali Bekerja
 

Di tengah sorotan publik, Sakti Wahyu Trenggono memilih meredam polemik. Ia mengunggah foto bersama Purbaya di media sosial dan meminta persoalan tidak diperpanjang.
 

“That's all Folks. Back to work ya,” tulis Trenggono di akun Instagram pribadinya, Rabu (11/2/2026).
 

Parlemen Ingatkan Etika Kabinet
 

Bagi Komisi IV DPR RI, perbedaan pandangan seharusnya diselesaikan secara internal. Parlemen menegaskan, soliditas kabinet adalah kunci menjaga stabilitas pemerintahan dan kepercayaan publik di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.rajamedia

Komentar: