Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Jelang Ramadan, Inflasi Kota Tangerang Terkendali di Angka 3,52 Persen

Laporan: Firman
Rabu, 04 Februari 2026 | 09:22 WIB
Ilustrasi Kota tANgerang -
Ilustrasi Kota tANgerang -

RMBANTEN.COM - Kota Tangerang - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berhasil menjaga stabilitas inflasi menjelang bulan suci Ramadan 1447 H. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), indeks inflasi Kota Tangerang pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,52 persen, masih dalam kategori terkendali di tengah meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat.
 

Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, menegaskan bahwa kenaikan inflasi yang terjadi merupakan dinamika pasar yang wajar menjelang Ramadan, terutama dipengaruhi pergerakan harga kebutuhan pokok dan peningkatan daya beli masyarakat.
 

“Inflasi Januari 2026 berada di angka 3,52 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,77. Ini masih dalam kondisi normal, stabil, dan terkendali,” ujar Ruta, mengutip laman Pemkot Tangerang,  Rabu (4/2/2026).
 

Tren Inflasi Masih dalam Batas Aman
 

Ruta menjelaskan, secara tren, inflasi Kota Tangerang memang menunjukkan kenaikan bertahap dalam beberapa bulan terakhir. Namun demikian, laju inflasi tersebut masih berada dalam koridor aman dan tidak menunjukkan gejolak ekstrem.
 

Berdasarkan data BPS, inflasi Kota Tangerang tercatat sebesar 2,34 persen pada November 2025, naik menjadi 2,55 persen pada Desember 2025, dan kembali meningkat ke 3,52 persen pada Januari 2026.
 

“Kenaikan ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang bergerak, khususnya menjelang Ramadan. Tidak ada lonjakan yang mengkhawatirkan,” jelasnya.
 

Harga Pangan Jadi Faktor Utama
 

Ia mengungkapkan, peningkatan inflasi terutama dipicu oleh naiknya harga sejumlah komoditas pangan strategis, seperti beras dan daging ayam ras. Kondisi ini juga terjadi merata di kabupaten dan kota lain di Provinsi Banten.
 

Beberapa daerah bahkan mencatat inflasi lebih tinggi, seperti Kota Serang sebesar 4,04 persen, Kota Cilegon 3,52 persen, Kabupaten Lebak 3,28 persen, dan Kabupaten Pandeglang 3,04 persen.
 

“Ini menunjukkan bahwa kenaikan harga pangan menjelang Ramadan adalah fenomena regional. Kota Tangerang masih berada dalam posisi yang relatif aman,” tambahnya.
 

Gempur Inflasi, Pemkot Gelar Operasi Pasar
 

Untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat, Pemkot Tangerang terus menggencarkan berbagai program pengendalian inflasi. Salah satunya melalui Program Gampang Sembako dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang.
 

Program ini digelar serentak di seluruh kecamatan mulai 2 hingga 24 Februari 2026, dengan menyediakan kebutuhan pokok berharga terjangkau bagi masyarakat.
 

“Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar Pemkot untuk memastikan masyarakat bisa menyambut Ramadan dengan tenang, tanpa tekanan harga yang berlebihan,” pungkas Ruta.rajamedia

Komentar: