Parlemen RI Ingatkan Konflik Hormuz Ancam Distribusi Pupuk!
RMBANTEN.COM - Jakarta, Legislator – Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah mengingatkan potensi gangguan distribusi pupuk nasional akibat konflik di Timur Tengah, khususnya di jalur Selat Hormuz.
Ia menyebut, sekitar sepertiga perdagangan pupuk global berbasis laut melewati jalur tersebut, sehingga gangguan dapat berdampak langsung ke Indonesia.
Risiko Kelangkaan dan Penurunan Produksi
Hindun menilai, jika distribusi terganggu, pasokan pupuk dalam negeri bisa terhambat. Kondisi ini berpotensi membuat petani mengurangi penggunaan pupuk atau menunda masa tanam.
“Jangan sampai saat musim tanam tiba, pupuk justru langka dan harganya tidak terjangkau,” kata Hindun dalam keterangannya, Minggu (29/3/2026).
Ia menambahkan, kenaikan harga energi global juga bisa meningkatkan biaya operasional pertanian dan menekan kesejahteraan petani.
DPR Dorong Penguatan Produksi Dalam Negeri
Sebagai langkah antisipasi, Hindun meminta pemerintah memperkuat cadangan pupuk nasional dan mempercepat pengembangan produksi dalam negeri.
Ia juga mendorong optimalisasi sumber daya lokal, seperti penggunaan pupuk organik serta energi terbarukan.
“Pemanfaatan panel surya dan biogas bisa membantu menekan biaya operasional alat mesin pertanian,” ujarnya.
Ketahanan Pangan Jangan Bergantung Global
Hindun menegaskan, ketahanan pangan nasional tidak boleh terlalu bergantung pada kondisi global yang tidak menentu.
“Pemerintah harus memastikan sektor pertanian terlindungi dari gejolak geopolitik,” katanya.
Pupuk Indonesia Pastikan Stok Aman
Sebelumnya, PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan pasokan pupuk nasional tetap terjaga.
Sekretaris Perusahaan Yehezkiel Adiperwira menyebut pihaknya memiliki kapasitas produksi dan cadangan bahan baku yang memadai.
“Pasokan pupuk nasional tetap aman sehingga petani dapat terus menanam,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Situasi geopolitik global yang memanas dinilai tetap perlu diwaspadai, terutama terhadap dampaknya pada sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.![]()
Patandang 5 hari yang lalu
Nagara | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 4 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Pulitik Jero | 6 hari yang lalu
Patandang | 5 hari yang lalu
Nagara | 5 hari yang lalu
Patandang | 2 hari yang lalu
Parlemen | 2 hari yang lalu
Ékobis | 3 hari yang lalu