Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Video Demo Lama Jadi Sorotan DPR! Masyarakat Diminta Waspada Isu Provokatif

Laporan: Raja Media Network
Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46 WIB
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dan waspada terhadap beredarnya video-video lama terkait demontrasi - Ilustrasi RMN -
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dan waspada terhadap beredarnya video-video lama terkait demontrasi - Ilustrasi RMN -

RMBANTEN.COM – Jakarta - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira mengingatkan masyarakat agar lebih cermat menyikapi video aksi demonstrasi yang kembali beredar di media sosial menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
 

Sejumlah video yang beredar disebut merupakan dokumentasi peristiwa lama, tetapi kembali diunggah seolah-olah menggambarkan kondisi terkini. Andreas menilai pola penyebaran konten semacam itu berpotensi membentuk persepsi keliru dan memicu keresahan.
 

Video Lama Bisa Bentuk Persepsi Keliru
 

Andreas mendorong pemerintah dan pihak terkait menelusuri sumber serta pola penyebaran konten yang dinilai menyesatkan tersebut.
 

“Ini persis seperti kejadian pada Agustus tahun lalu yang berujung adanya aksi besar-besaran akibat isu yang dilempar ke publik,” kata Andreas, Senin (10/8/2026).
 

Menurutnya, informasi yang belum terverifikasi harus disikapi secara hati-hati agar tidak berkembang menjadi isu yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.
 

Hak Demonstrasi Tetap Dijamin
 

Andreas menegaskan penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara dalam sistem demokrasi.
 

Namun, kebebasan tersebut tidak seharusnya dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan atau memicu perpecahan.
 

“Menyampaikan aspirasi baik secara langsung maupun di media sosial tentunya itu hak setiap warga negara. Tapi kalau hal tersebut dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk tujuan tertentu pula, itu yang sangat bahaya,” ujarnya.
 

Ia meminta masyarakat tetap kritis membedakan antara kebebasan menyampaikan pendapat dan penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
 

Jangan Mudah Terpengaruh Isu
 

Andreas mengajak masyarakat mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa sebelumnya dengan tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum diketahui kebenarannya.
 

Menurutnya, beredarnya kembali konten lama juga berpotensi mengalihkan perhatian publik dari persoalan-persoalan penting lainnya, termasuk pengawasan terhadap program pemerintah.
 

DPR Dorong Budaya Cross Check
 

Andreas meminta masyarakat membangun kebiasaan melakukan verifikasi sebelum mempercayai maupun membagikan informasi di media sosial.
 

“Pastikan menerima informasi dari sumber-sumber akurat, dan kita harus terus cross check ulang berkali-kali kabar yang ada di media sosial agar tidak teperdaya isu yang dimaksudkan untuk memecah belah bangsa,” katanya.
 

Menurut Andreas, kehati-hatian masyarakat menjadi penting di tengah derasnya arus informasi digital, terutama menjelang momentum nasional seperti peringatan HUT Kemerdekaan RI.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: