Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

DPR Soroti Sarjana Menganggur Tembus 1 Juta! DPR: Kampus Jauh dari Dunia Kerja

Laporan: Tim Redaksi
Jumat, 17 April 2026 | 08:56 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari - Humas DPR -
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari - Humas DPR -

RMBANTEN.COM - Badung, Legislator — Alarm keras dari parlemen. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari menyoroti membengkaknya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi yang kini tembus lebih dari satu juta orang. Masalahnya bukan sekadar lapangan kerja sempit—tapi jurang lebar antara kampus dan industri.
 

“Secara akademik mereka siap, tapi secara praktik belum tentu. Ini yang jadi persoalan serius,” tegas Putih saat kunjungan kerja Komisi IX di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (16/4/2026).
 

Kampus Hebat, Tapi Tak Siap Tempur
 

Putih menilai transisi dari bangku kuliah ke dunia kerja masih pincang. Banyak sarjana unggul di teori, tapi gagap di lapangan. Dunia usaha butuh skill, bukan sekadar ijazah.
 

Ia menegaskan, mismatch antara kebutuhan industri dan kompetensi lulusan masih menjadi akar masalah yang belum tuntas.
 

Jurus Pemerintah: Magang Massal
 

Pemerintah lewat Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia tak tinggal diam. Program pemagangan besar-besaran diluncurkan, diperkuat lewat regulasi anyar untuk menjembatani lulusan dengan dunia kerja.
 

Hasilnya? Peserta melonjak drastis. Dari 20 ribu orang, kini tembus 100 ribu peserta di tahun anggaran 2025.
 

“Ini instrumen penting. Mahasiswa harus merasakan langsung dunia kerja, bukan hanya teori di kelas,” ujar Putih.
 

Jangan Jadi Formalitas!
 

Namun, DPR memberi catatan keras. Program magang jangan sekadar jadi proyek seremonial yang menghabiskan anggaran negara.
 

Komisi IX memastikan pengawasan ketat dilakukan agar program ini tepat sasaran dan benar-benar meningkatkan kompetensi.
 

“Kalau hanya formalitas, ini pemborosan. Harus ada output nyata: skill naik, kerja dapat,” tegasnya.
 

Badung Jadi Contoh
 

Kabupaten Badung jadi etalase keberhasilan. Daerah ini dinilai strategis dengan denyut ekonomi tinggi, terutama dari sektor pariwisata.
 

Sebanyak 10 perusahaan sudah terlibat, menampung 153 peserta magang. Hasilnya mulai terlihat—angka pengangguran turun drastis dari 28 ribu lebih menjadi sekitar 5.400 orang per Maret 2026.
 

Tingkat pengangguran terbuka juga anjlok ke 1,57 persen. Sementara Indeks Pembangunan Manusia tembus 82,13—kategori sangat tinggi.
 

Kunci: Kolaborasi Nyata
 

Putih menegaskan, solusi tidak bisa parsial. Harus ada orkestrasi antara kampus, pemerintah, dan dunia usaha.
 

“Pemagangan harus jadi jembatan emas, bukan sekadar program pelengkap. Dunia usaha juga harus lebih terbuka,” tandasnya.
 

Hasil kunjungan ini bakal jadi bahan evaluasi nasional. Targetnya jelas: mencetak lulusan yang bukan hanya pintar—tapi siap kerja dan berdaya saing.rajamedia

Komentar: