Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Menag: Indonesia Siap Jadi Episentrum Baru Peradaban Islam Dunia

Laporan: Firman
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama Gubernur Lemhannas RI Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily saat memberikan keterangan pers - Foto: Dok. Kemenag -
Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama Gubernur Lemhannas RI Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily saat memberikan keterangan pers - Foto: Dok. Kemenag -

RMBANTEN.COM — Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar meyakini Indonesia memiliki peluang besar menjadi episentrum baru peradaban Islam modern dunia. Optimisme itu lahir dari kombinasi kekuatan ekonomi nasional, stabilitas politik, karakter Islam moderat, hingga bonus demografi yang dinilai menjadi modal strategis di tengah ketidakpastian global.
 

Pernyataan tersebut disampaikan Menag usai membuka Seminar Nasional Forum Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN) di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
 

Menurutnya, pusat perkembangan peradaban Islam ke depan tidak lagi harus berada di kawasan Timur Tengah.
 

"Ke depan banyak yang membayangkan Indonesia akan menjadi kekuatan baru lahirnya peradaban dunia Islam. Pemikiran besar hanya lahir dari negara yang tenang, aman, dan memiliki stabilitas ekonomi yang kuat," ujar Menag.
 

Ekonomi Stabil Jadi Modal Besar
 

Menag menjelaskan, salah satu faktor utama yang membuat Indonesia diperhitungkan adalah kondisi ekonomi yang relatif stabil.
 

Di tengah gejolak geopolitik dan konflik berkepanjangan di berbagai kawasan dunia, Indonesia mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen dengan tingkat inflasi yang tetap terkendali.
 

Kondisi tersebut dinilai menjadi fondasi penting bagi lahirnya inovasi, ilmu pengetahuan, dan peradaban baru.
 

Islam Moderat Jadi Kekuatan Indonesia
 

Selain faktor ekonomi, Menag menilai karakter umat Islam Indonesia yang moderat menjadi keunggulan yang tidak dimiliki banyak negara.
 

Ditambah dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia, stabilitas politik nasional, serta keberhasilan memanfaatkan bonus demografi, Indonesia dinilai memiliki modal lengkap untuk memimpin peradaban Islam modern.
 

Menurutnya, suasana yang damai akan melahirkan pemikiran yang jernih dan inovatif.
 

Alumni PTKIN Harus Melek Geopolitik
 

Dalam pidatonya sebagai keynote speaker, Menag mengingatkan alumni PTKIN agar tidak hanya menguasai ilmu-ilmu keislaman klasik.
 

Ia mendorong lahirnya lulusan yang memiliki wawasan geopolitik, memahami perkembangan sains dan teknologi, serta mampu membaca perubahan dunia.
 

"Kita jangan hanya mahir membaca kitab kuning, tetapi juga 'kitab putih'. Alumni PTKIN harus memahami situasi regional, nasional, hingga perkembangan global," tegasnya.
 

Tak Cukup Kuasai Kitab Kuning
 

Menag menilai transformasi pendidikan Islam harus menghasilkan generasi yang mampu memadukan nilai-nilai keagamaan dengan ilmu pengetahuan modern.
 

Menurutnya, tradisi intelektual Islam pada masa keemasan lahir karena mampu menyatukan semangat iqra' dengan nilai ketuhanan.
 

Karena itu, perguruan tinggi keagamaan didorong melahirkan lebih banyak ilmuwan, peneliti, inovator, dan penemu teknologi.
 

Indonesia Butuh Seribu Habibie
 

Menutup pemaparannya, Menag melontarkan pesan yang mengundang tepuk tangan peserta seminar.
 

Ia mengatakan, jika Indonesia benar-benar ingin menjadi pusat peradaban Islam modern dunia, maka bangsa ini harus melahirkan lebih banyak ilmuwan sekaliber BJ Habibie.
 

"Kalau Indonesia ingin menjadi episentrum peradaban dunia modern, tidak ada cara lain. Kita harus melahirkan seribu BJ Habibie. Selama ini kita terlalu banyak melahirkan ahli bismillahirrahmanirrahim, padahal pada masa keemasan Islam lahir generasi iqra' yang menguasai ilmu pengetahuan," tegas Menag.
 

Menurut Nasaruddin Umar, perpaduan iman, ilmu pengetahuan, dan inovasi menjadi kunci agar Indonesia mampu memimpin peradaban Islam pada masa depan.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tajam, Terpercaya.rajamedia

Komentar: