Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Bursa Terguncang! Fauzi Amro Soroti Free Float & Tata Kelola Pasar Modal

Laporan: Raja Media Network
Minggu, 01 Februari 2026 | 20:29 WIB
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro -
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro -

RMBANTEN.COM - Jakarta, Legislator - Gejolak hebat yang mengguncang pasar modal nasional selama dua hari terakhir menjadi peringatan keras bagi otoritas dan pelaku pasar. Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sempat lumpuh akibat tekanan ekstrem hingga memicu kekhawatiran investor.
 

“Sebagai mitra, tentu kami sangat prihatin. Dua hari terakhir bursa kita mengalami goncangan yang luar biasa,” ujar Fauzi Amro saat Kunjungan Kerja Spesifik DPR RI ke Bengkulu, Jumat (30/1/2026).
 

Pengunduran Diri Dirut BEI Dinilai Bentuk Tanggung Jawab Moral
 

Sebagai mitra Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komisi XI DPR RI menilai dinamika pasar yang terjadi harus disikapi secara serius dan menyeluruh. Fauzi menyinggung pengunduran diri pimpinan BEI sebagai langkah tanggung jawab moral di tengah krisis kepercayaan pasar.
 

Menurutnya, sikap tersebut patut diapresiasi dan menjadi preseden penting dalam tata kelola kelembagaan pasar modal ke depan.
 

“Kalau seorang pimpinan gagal, tentu harus ada konsekuensinya. Ini bagian dari etika kepemimpinan,” tegas Politisi Fraksi Partai NasDem itu.
 

Free Float Jadi Sorotan Global
 

Fauzi mengungkapkan bahwa Komisi XI DPR RI sebelumnya telah memberikan pandangan dan keputusan terkait polemik free float yang belakangan menjadi perhatian serius, termasuk dari lembaga pemeringkat global MSCI.
 

Secara regulasi, ketentuan free float sebenarnya telah diatur dengan jelas. Namun, dalam praktiknya masih menyisakan keraguan, terutama soal kejujuran kepemilikan saham yang benar-benar beredar di publik.
 

“Yang dipersoalkan MSCI, apakah free float itu betul-betul milik publik, atau masih dikendalikan oleh pihak yang sama,” ujar Fauzi.
 

Hampir Seribu Emiten, Risiko Tak Bisa Diremehkan
 

Dengan jumlah emiten yang hampir mencapai seribu perusahaan, Fauzi menilai persoalan free float bukan isu teknis semata, melainkan menyangkut kepercayaan investor global terhadap integritas pasar modal Indonesia.
 

Ia menegaskan, praktik manipulatif atau sekadar pemenuhan administratif tanpa transparansi akan menjadi bumerang serius bagi stabilitas pasar.
 

“Ini bukan soal kecil. Ini menyangkut reputasi pasar modal Indonesia di mata dunia,” katanya.
 

Sinyal Pemulihan Mulai Terlihat
 

Meski demikian, Fauzi menyampaikan optimisme bahwa kondisi pasar mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Ia menyebut, pada Jumat (30/1/2026), aktivitas perdagangan di BEI telah kembali bergerak lebih stabil dibanding dua hari sebelumnya.
 

Ia juga menyambut baik komitmen OJK untuk melakukan pembenahan menyeluruh, termasuk rencana negosiasi ulang dengan MSCI agar ketentuan free float 20–30 persen benar-benar mencerminkan kepemilikan publik yang riil.
 

Harapan Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel
 

Ke depan, Fauzi berharap pembenahan tata kelola pasar modal dapat berjalan konsisten dan transparan, sehingga kepercayaan investor domestik maupun global dapat dipulihkan secara berkelanjutan.
 

“Kami ingin pasar modal Indonesia semakin sehat, kredibel, dan dipercaya. Ini fondasi penting bagi perekonomian nasional,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: