Ekonomi Banten Tumbuh 5,49 Persen, Andra Soni Gas Investasi dan Lapangan Kerja
Laporan: Firman
Sabtu, 05 September 2026 | 12:18 WIB
Foto ilustrasi Raja Media Network - RMN -
RMBANTEN.COM — Serang — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus mendorong pertumbuhan ekonomi sebagai motor penggerak pembangunan daerah. Capaian 5,49 persen pada Triwulan II 2026 akan dioptimalkan untuk membuka lapangan kerja, memperluas investasi, memperkuat sektor usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pesan tersebut ditegaskan Gubernur Banten Andra Soni saat menghadiri pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten di Kantor Perwakilan BI Banten, Pabuaran, Kabupaten Serang, Jumat (4/9/2026).
Dalam acara tersebut, Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono mengukuhkan Sofwan Kurnia sebagai Kepala Perwakilan BI Banten menggantikan Ameriza M. Moesa yang kini mendapat amanah baru di Sumatera Utara.
Andra Soni mengatakan capaian pertumbuhan ekonomi menunjukkan fondasi perekonomian Banten semakin solid.
Tren positif tersebut terlihat dari pertumbuhan ekonomi Banten yang mencapai 4,79 persen pada 2024, kemudian meningkat menjadi 5,37 persen pada 2025, dan kembali naik menjadi 5,49 persen pada Triwulan II 2026.
“Capaian ini menjadi modal optimisme yang harus kita jaga,” ujar Andra Soni.
Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar mengejar kenaikan angka statistik.
Investasi Rp130,2 Triliun Serap 214 Ribu Tenaga Kerja
Andra menegaskan pertumbuhan ekonomi harus memberikan manfaat yang inklusif bagi masyarakat.
Salah satu indikatornya adalah kemampuan pertumbuhan ekonomi dalam menarik investasi dan menciptakan lapangan pekerjaan.
Pada 2025, realisasi investasi di Banten mencapai Rp130,2 triliun, melampaui target sebesar Rp119,5 triliun.
Capaian tersebut menempatkan Banten di peringkat keempat nasional dan mampu menyerap sekitar 214 ribu tenaga kerja.
Bagi Pemprov Banten, capaian investasi tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat aktivitas ekonomi sekaligus memperluas kesempatan kerja.
Sejumlah Sektor Tumbuh Signifikan
Pertumbuhan ekonomi Banten juga ditopang sejumlah sektor potensial.
Pada Triwulan I 2026, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 17,88 persen. Sementara sektor transportasi dan pergudangan meningkat 13,84 persen.
Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum juga mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 15,29 persen.
Pertumbuhan di berbagai sektor tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi Banten semakin beragam dan memiliki ruang besar untuk terus dikembangkan.
Andra: BI Harus Jadi Mitra Strategis
Di tengah momentum pertumbuhan tersebut, Andra menilai sinergi Pemprov Banten dengan Bank Indonesia menjadi sangat penting.
BI diharapkan terus memberikan dukungan melalui penyediaan data, kajian, proyeksi ekonomi, serta perspektif kebijakan yang dapat menjadi landasan pengambilan keputusan pemerintah daerah.
“Hubungan kerja ini harus menjadi kemitraan strategis,” kata Andra.
Ia menegaskan kemitraan tersebut tidak boleh berhenti pada koordinasi antarlembaga.
Hasil kajian ekonomi harus diterjemahkan menjadi kebijakan konkret dan dilaksanakan bersama oleh seluruh perangkat daerah sesuai kewenangannya.
Inflasi, UMKM hingga Lapangan Kerja Harus Terhubung
Andra mengatakan pengendalian inflasi, ketersediaan pangan, penguatan UMKM, digitalisasi transaksi pemerintah daerah, peningkatan investasi hingga penciptaan lapangan kerja harus ditempatkan dalam satu ekosistem.
Seluruh sektor harus saling terhubung agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Seluruhnya harus bergerak dalam satu ekosistem ekonomi Banten. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat Banten,” tegasnya.
Sofwan: Fundamental Ekonomi Banten Solid
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Banten yang baru, Sofwan Kurnia, mengonfirmasi bahwa fundamental ekonomi Banten saat ini berada dalam kondisi solid.
Ia mencatat pertumbuhan ekonomi Banten konsisten berada di atas rata-rata nasional selama enam triwulan terakhir, disertai inflasi yang terkendali dan prospek investasi yang dinilai cerah.
BI Banten, kata Sofwan, akan terus memperkuat sinergi dengan Pemprov Banten, termasuk mendorong pengembangan sektor potensial dan membuka peluang pembiayaan kreatif untuk proyek strategis daerah.
“Jadi, kalau dilihat dari sisi ekonomi, peluang, dan tantangan, Banten saat ini ekonominya cukup solid. Inflasinya terkendali, pertumbuhan ekonominya terus di atas nasional, dan investasinya dalam tiga tahun terakhir termasuk yang sangat prospektif sehingga Banten sangat menarik untuk menjadi destinasi investasi,” tutur Sofwan.
Kepemimpinan Baru BI Banten Diharapkan Perkuat Sinergi
Pada kesempatan tersebut, Andra juga menyampaikan ucapan selamat kepada Sofwan Kurnia atas amanah barunya.
Ia berharap kepemimpinan baru BI Banten semakin memperkuat kemitraan dengan Pemprov Banten dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan daerah.
Dengan pertumbuhan 5,49 persen, investasi Rp130,2 triliun, dan penyerapan 214 ribu tenaga kerja, Banten kini memiliki momentum kuat untuk mengubah pertumbuhan ekonomi menjadi kesejahteraan yang semakin nyata.