Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Andra Soni Resmikan 7 Daerah Irigasi, Perkuat Fondasi Ketahanan Pangan Banten

Laporan: Firman
Rabu, 02 September 2026 | 16:15 WIB
Gubernur Banten Andra Soni dan wakilnya A Dimyati Natakusmah saat meresmikan tujuh Daerah Irigasi (DI) yang tersebar di empat wilayah lumbung pangan Banten. - Biro Adpimpro Banten -
Gubernur Banten Andra Soni dan wakilnya A Dimyati Natakusmah saat meresmikan tujuh Daerah Irigasi (DI) yang tersebar di empat wilayah lumbung pangan Banten. - Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM — Pandeglang — Gubernur Banten Andra Soni meresmikan tujuh Daerah Irigasi (DI) yang tersebar di empat wilayah lumbung pangan Banten. Peresmian dipusatkan di DI Cisata, Desa Tegal, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Rabu (2/9/2026).
 

Pembangunan dan penanganan jaringan irigasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Banten memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
 

Tujuh Daerah Irigasi di Empat Wilayah
 

Tujuh DI yang diresmikan meliputi DI Cisata, Cilember, dan Cisangu Atas di Kabupaten Pandeglang; DI Cibinuangeun dan Cikoncang di Kabupaten Lebak; DI Ciwuni di Kabupaten Serang; serta DI Cilampek di Kabupaten Tangerang.
 

Penanganan jaringan irigasi tersebut memiliki panjang keseluruhan 6,90 kilometer.

Program ini dibiayai melalui APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp48,91 miliar dan memberikan manfaat bagi lahan persawahan seluas 881,28 hektare.
 

Dengan perbaikan jaringan irigasi, ketersediaan air untuk lahan pertanian diharapkan menjadi lebih terjamin, terutama dalam menghadapi ketidakpastian kondisi cuaca dan kebutuhan air sepanjang musim tanam.
 

Kolaborasi APBD dan APBN Perluas Layanan Irigasi
 

Penguatan infrastruktur pertanian Banten tidak hanya mengandalkan kemampuan anggaran daerah.
 

Melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat berdasarkan Inpres Nomor 2 Tahun 2025, dukungan APBN turut menjangkau 12 daerah irigasi dengan total jaringan sepanjang 81,80 kilometer dan luas layanan mencapai 9.259 hektare.
 

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah tersebut turut mendorong peningkatan cakupan layanan irigasi di Banten.
 

Luas layanan irigasi Banten disebut meningkat dari 52,5 persen menjadi 62,45 persen.
 

Capaian ini menjadi modal penting untuk memperkuat produktivitas pertanian sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan daerah.
 

Irigasi Harus Dibarengi Perlindungan Sawah
 

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pembangunan irigasi tidak boleh berdiri sendiri.
 

Menurutnya, peningkatan infrastruktur pengairan harus dibarengi dengan perlindungan lahan sawah, penataan kawasan hulu, serta pengembangan sistem pertanian modern.
 

Pemerintah Provinsi Banten juga mendorong perluasan penerapan Modern Advanced Agricultural System (MAAS) untuk meningkatkan indeks pertanaman.
 

Targetnya, produktivitas lahan pertanian dapat ditingkatkan hingga memungkinkan tiga kali panen dalam setahun.
 

“Membangun irigasi berarti membangun fondasi ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Lahan kita lindungi, irigasi kita perbaiki, hulu kita tata, dan harga pupuk serta padi kita jaga. Itulah komitmen kami,” tegas Andra Soni.
 

Dari Infrastruktur Menuju Pertanian Modern
 

Perbaikan irigasi menjadi salah satu fondasi penting dalam transformasi pertanian Banten.
 

Ketersediaan air yang lebih baik memungkinkan petani mengatur pola tanam secara lebih terukur. Jika kemudian dikombinasikan dengan teknologi pertanian modern, benih berkualitas, pupuk yang terjangkau, serta kepastian harga hasil panen, produktivitas lahan diharapkan meningkat.
 

Karena itu, pemerintah daerah tidak hanya dituntut membangun saluran irigasi, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut berfungsi secara berkelanjutan.
 

Pemeliharaan saluran dan keterlibatan petani menjadi bagian penting agar investasi pemerintah benar-benar memberikan manfaat dalam jangka panjang.
 

Petani Tak Lagi Bergantung pada Air Hujan
 

Manfaat pembangunan irigasi mulai dirasakan kelompok tani di wilayah Pandeglang.
 

Poktan Telaga Baru Pandeglang menyambut perbaikan jaringan irigasi dengan optimisme. Petani yang sebelumnya sangat bergantung pada air hujan kini memiliki dukungan pengairan yang lebih baik untuk menjalankan aktivitas pertanian.
 

Kondisi tersebut membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan kepastian musim tanam sekaligus mendukung modernisasi pertanian.
 

Bagi petani, irigasi bukan sekadar saluran air. Ia merupakan urat nadi produksi pangan.
 

Ketahanan Pangan Dimulai dari Sawah
 

Langkah Pemprov Banten memperkuat jaringan irigasi menunjukkan bahwa agenda ketahanan pangan harus dimulai dari fondasi paling dasar: memastikan sawah mendapatkan air yang cukup.
 

Ketika lahan sawah terlindungi, irigasi berfungsi optimal, produktivitas meningkat, dan harga input serta hasil panen terjaga, maka kesejahteraan petani memiliki peluang untuk ikut meningkat.
 

Peresmian tujuh DI tersebut pun bukan sekadar seremoni pembangunan infrastruktur.
 

Lebih jauh, program tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menjadikan Banten semakin mandiri pangan, sekaligus membangun pertanian yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.
 

Kini pekerjaan berikutnya adalah memastikan saluran yang telah dibangun dan diperbaiki terus dijaga bersama.
 

Sebab irigasi yang terawat berarti sawah yang produktif, petani yang lebih sejahtera, dan ketahanan pangan Banten yang semakin kuat.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: