Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

DWP Tangsel Gaspol Lindungi Anak! Edukasi Anti-Bullying Digelar Serentak di 15 SD

Laporan: CAREP-02
Kamis, 23 Juli 2026 | 11:28 WIB
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tangerang saat memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 - Foto: Dok. Pemkot Tangsel -
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tangerang saat memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 - Foto: Dok. Pemkot Tangsel -

RMBANTEN.COM — Kota Tangerang Selatan — Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tangerang Selatan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk mengampanyekan gerakan anti-bullying dan perlindungan anak.
 

Tak sekadar memberikan bantuan alat tulis, DWP juga membekali para siswa dengan pengetahuan penting tentang cara mengenali perundungan, menjaga diri, dan berani melapor jika menjadi korban kekerasan.
 

Kegiatan dipusatkan di SD Negeri Buaran 02, Kecamatan Serpong, Rabu (22/7/2026), dan dilaksanakan serentak di 15 SD Negeri di Kota Tangerang Selatan.
 

Bantu Anak, Bangun Sekolah Aman
 

Dalam kegiatan tersebut, DWP Tangsel menyerahkan 50 paket alat tulis sekolah kepada para siswa di SDN Buaran 02.
 

Bantuan serupa juga disalurkan ke 14 sekolah lainnya sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan sekaligus dukungan bagi tumbuh kembang anak.
 

Ketua DWP Kota Tangerang Selatan Monalisa Indrawati Bambang turut hadir mendampingi kegiatan tersebut.
 

Bullying Bukan Sekadar Memukul
 

Dewan Penasihat DWP Tangsel Truetami Ajeng menegaskan bahwa anak-anak harus memahami sejak dini berbagai bentuk perundungan.
 

Menurutnya, bullying bukan hanya kekerasan fisik, tetapi juga ejekan, penghinaan, pengucilan, hingga tindakan yang melukai perasaan teman.
 

"Tidak boleh dipukul, dicubit, disentuh, ataupun mendapatkan tindak kekerasan dalam bentuk apa pun, baik oleh laki-laki maupun perempuan," tegas Ajeng di hadapan para siswa.

Bekal Melindungi Diri
 

Selain edukasi anti-bullying, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai perlindungan diri.
 

Anak-anak diajarkan mengenali bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain tanpa izin serta pentingnya segera melapor kepada orang tua maupun guru apabila mengalami tindakan yang tidak semestinya.
 

Edukasi tersebut diharapkan mampu menumbuhkan keberanian anak untuk menjaga diri sekaligus memutus rantai kekerasan terhadap anak sejak dini.
 

Guru Diminta Jangan Tutup Mata
 

Pesan DWP tidak hanya ditujukan kepada para siswa.
 

Para guru juga diminta lebih peka terhadap setiap indikasi perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah.
 

Menurut Ajeng, guru memiliki peran strategis dalam menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak.
 

"Jangan pernah meremehkan apa yang dialami anak. Jika ada indikasi bullying, segera lakukan pendampingan dan penyelesaian," pesannya.
 

Wujud Komitmen Lindungi Generasi Bangsa
 

Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, DWP Kota Tangerang Selatan berharap kesadaran terhadap perlindungan anak semakin meningkat.
 

Mewujudkan sekolah yang bebas dari kekerasan, intimidasi, dan perundungan bukan hanya tugas guru dan orang tua, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: