1.344 Calon Petugas Haji Ikuti CAT, Kemenhaj Gandeng BKN Perkuat Seleksi Transparan
RMBANTEN.COM — Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter Non Nakes.
Sebanyak 1.344 calon petugas mengikuti seleksi secara serentak di 35 titik kantor BKN dan unit pelaksana teknis BKN di berbagai daerah.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Haji dan Umrah memperkuat proses seleksi agar berlangsung objektif, terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Enam Layanan Jadi Fokus Seleksi
Peserta CAT terdiri atas calon PPIH Kloter serta PPIH Arab Saudi formasi nonkesehatan.
Untuk PPIH Arab Saudi, seleksi mencakup enam bidang layanan, yakni Bimbingan Ibadah, Akomodasi, Konsumsi, Transportasi, Jemaah Lansia dan Disabilitas, serta Media Center Haji.
Formasi tersebut menunjukkan luasnya tanggung jawab petugas dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji.
Kemenhaj Pastikan Seleksi Objektif
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengatakan pelibatan BKN merupakan langkah penting dalam memperkuat tata kelola seleksi petugas haji.
“Tahun ini Kemenhaj menggandeng BKN dalam pelaksanaan CAT. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan proses seleksi berjalan transparan, objektif, dan profesional,” kata Puji di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, sistem CAT memungkinkan pelaksanaan ujian menggunakan standar yang seragam. Hasilnya juga dapat dipantau secara langsung selama proses seleksi berlangsung.
Bukan Sekadar Pintar, Tapi Berintegritas
Puji menegaskan, calon petugas yang dicari bukan hanya mereka yang memiliki kemampuan teknis.
Aspek integritas, kemampuan manajerial, kesiapan mental, serta orientasi pelayanan kepada jemaah menjadi bagian penting dalam proses seleksi.
“Yang kami cari adalah peserta yang memiliki kemampuan teknis, integritas, manajerial dan orientasi pelayanan kepada jemaah,” ujarnya.
Menurut Puji, petugas haji nantinya akan berhadapan dengan jemaah dengan beragam kebutuhan, termasuk lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Karena itu, kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan empati, kesiapan mental, integritas, dan komitmen pelayanan.
Petugas Haji Jadi Wajah Pelayanan
Puji menilai petugas haji memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan jemaah selama pelaksanaan ibadah haji.
“Petugas haji adalah bagian penting dari wajah pelayanan haji. Karena itu, proses untuk memilihnya harus dilakukan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kualitas pelayanan jemaah sangat ditentukan sejak proses rekrutmen dan seleksi petugas.
Peserta Bisa Ikut Ujian dari Daerah
Pelaksanaan CAT di 35 titik BKN dan unit pelaksana teknis BKN juga memberikan kemudahan bagi peserta.
Calon petugas dapat mengikuti ujian dari daerah masing-masing tanpa harus berkumpul di satu lokasi. Hasil CAT selanjutnya menjadi salah satu bahan penilaian dalam rangkaian seleksi PPIH untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M.
Kemenhaj memastikan seluruh proses seleksi mengedepankan prinsip integritas dan profesionalitas.
Targetnya jelas: mendapatkan petugas haji yang bukan hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Pamenteun 1 minggu yang lalu
Warta Banten | 5 hari yang lalu
Pulitik Jero | 5 hari yang lalu
Parlemen | 3 hari yang lalu
Gaya Hirup | 6 hari yang lalu
Hukum | 1 minggu yang lalu
Warta Banten | 4 hari yang lalu
Warta Banten | 3 hari yang lalu
Warta Banten | 2 hari yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu