Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Benyamin Murka! Kasus Pelecehan di SD Negeri Tangsel Harus Dihukum Paling Berat

Laporan: Lani Pahrudin
Jumat, 23 Januari 2026 | 10:29 WIB
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie turun ke SDN Rawabuntu 01, Kamis (22/01/2026), memastikan penanganan korban berjalan maksimal - Dok Pemkot Tangsel -
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie turun ke SDN Rawabuntu 01, Kamis (22/01/2026), memastikan penanganan korban berjalan maksimal - Dok Pemkot Tangsel -

RMBANTEN.COM – Tangerang Selatan – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menunjukkan sikap tegas dan tanpa kompromi menyikapi kasus pelecehan seksual yang terjadi di salah satu Sekolah Dasar (SD) Negeri di wilayahnya. Ia menyatakan kemarahan sekaligus keprihatinan mendalam atas peristiwa yang mencederai rasa aman dunia pendidikan.
 

Benyamin turun langsung ke lokasi dengan mengunjungi SDN Rawabuntu 01, Kamis (22/01/2026), untuk memastikan penanganan korban berjalan maksimal serta memberikan pengarahan kepada pihak sekolah dan jajaran guru.
 

“Saya hadir ke sini untuk menguatkan dan memberikan pengarahan kepada sekolah dan jajaran guru. Saya sudah koordinasi dengan Kapolres, semuanya sedang ditempuh melalui proses hukum. Tapi kalau ada hukuman yang paling berat, saya minta itu yang dilakukan,” tegas Benyamin melansir laman resmi Pemkot Tangsel.
 

Pendampingan Psikologis Korban Jadi Prioritas
 

Terkait korban, Benyamin memastikan Pemerintah Kota Tangerang Selatan tidak tinggal diam. Pendampingan psikologis dilakukan secara intensif dan berkelanjutan guna memulihkan kondisi mental anak korban.
 

Pemkot Tangsel melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggandeng himpunan psikolog dari sejumlah perguruan tinggi di Tangsel untuk memberikan pendampingan profesional.
 

“Korban harus benar-benar kita lindungi dan pulihkan. Ini bukan perkara sepele, dampaknya bisa panjang bagi masa depan anak,” ujarnya.
 

Sekolah dan Orang Tua Diminta Perketat Pengawasan
 

Selain pendampingan korban, langkah pencegahan juga langsung ditempuh. Benyamin mengungkapkan Dinas Pendidikan telah mengumpulkan pihak sekolah dan orang tua murid guna memperkuat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di lingkungan sekolah.
 

“Pengawasan harus ditingkatkan, baik oleh sekolah maupun orang tua. Ini tanggung jawab bersama,” kata Benyamin.
 

CCTV Wajib di Semua Sekolah
 

Dari sisi pengawasan fisik, Pemkot Tangsel mengambil langkah konkret dengan mewajibkan pemasangan CCTV di seluruh sekolah, mulai dari jenjang PAUD, SD hingga SMP.
 

“Saya sudah minta ke Kominfo dan itu dilakukan sesegera mungkin. Nanti jumlah CCTV per sekolah disesuaikan dengan kebutuhan,” ungkapnya.
 

Langkah ini diharapkan menjadi sistem pengawasan tambahan sekaligus pencegah terjadinya kasus serupa di masa depan.
 

Tidak Ada Toleransi, Guru Pelaku Dinonaktifkan
 

Benyamin menegaskan, pemerintah daerah tidak akan mentoleransi pelanggaran berat yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Sanksi administratif akan dijatuhkan tegas sesuai kewenangan pemerintah daerah, sembari proses hukum tetap berjalan.
 

“Pelakunya dihukum itu pasti. Dan untuk gurunya, saya berikan sanksi yang berat, termasuk penonaktifan,” tandasnya.
 

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa sekolah harus menjadi ruang paling aman bagi anak-anak, dan siapa pun yang mencederainya akan berhadapan dengan hukum dan sanksi paling tegas dari negara.rajamedia

Komentar: