Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Parlemen Sorot Kenaikan BBM Nonsubsidi! Wanti-wanti Harga Pangan Jangan Melonjak!

Laporan: Raja Media Network
Minggu, 19 April 2026 | 17:27 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim - Humas DPR -
Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim - Humas DPR -

RMBANTEN.COM - Jakarta, Legislator – Kenaikan harga BBM nonsubsidi mulai memantik kekhawatiran. Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, angkat suara. Ia mengingatkan pemerintah agar dampaknya tidak merembet ke harga kebutuhan pokok yang langsung dirasakan masyarakat.
 

Menurutnya, penyesuaian harga kali ini hanya menyasar BBM dengan oktan tinggi. Artinya, secara logika ekonomi, tidak seharusnya langsung memicu lonjakan harga bahan pokok di pasar.
 

Jangan Sampai Efek Domino ke Harga Pangan
 

Rivqy menegaskan, pemerintah harus bergerak cepat memastikan stabilitas harga tetap terjaga. Ia tak ingin kenaikan BBM nonsubsidi menjadi pemicu efek domino yang menggerus daya beli rakyat.
 

“Stabilitas harga pangan dan barang penting lainnya harus dijaga. Jangan sampai masyarakat yang akhirnya menanggung beban berlapis,” tegasnya, Minggu (19/4/2026).
 

Kenaikan Tak Terhindarkan, Tapi Komunikasi Harus Jelas
 

Di sisi lain, ia mengakui bahwa dalam situasi global saat ini, kenaikan harga energi memang sulit dihindari. Tekanan geopolitik dan dinamika pasar energi dunia membuat pemerintah harus mengambil keputusan yang tidak populer.
 

Namun, menurut Rivqy, persoalan utamanya bukan hanya pada kebijakan, melainkan cara menyampaikannya ke publik.
 

“Kenaikan ini terasa mendadak. Pemerintah harus memperbaiki komunikasi agar tidak menimbulkan kegelisahan di masyarakat,” ujarnya.
 

Transparansi Jadi Kunci
 

Rivqy juga menyoroti pentingnya keterbukaan pemerintah dalam menjelaskan kondisi riil sektor energi nasional. Mulai dari ketersediaan BBM, beban subsidi, hingga tantangan distribusi harus disampaikan secara gamblang.
 

Ia menilai, transparansi akan membantu publik memahami alasan di balik kebijakan yang diambil.
 

“Jangan hanya minta masyarakat menerima. Tapi beri penjelasan utuh agar publik paham urgensinya,” katanya.
 

Strategi Antisipasi Harus Siap
 

Tak berhenti di situ, Rivqy meminta pemerintah bersama BUMN energi seperti PT Pertamina (Persero) untuk memastikan strategi pengendalian harga dan distribusi berjalan optimal.
 

Menurutnya, kesiapan cadangan energi dan distribusi harus benar-benar dijaga agar tidak memicu gejolak lanjutan.
 

Harga BBM Melonjak Tajam
 

Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi per 18 April 2026.
 

Kenaikan paling mencolok terjadi pada:
 

1. Pertamax Turbo (RON 98): dari Rp13.100 → Rp19.400/liter 

2. Dexlite: dari Rp14.200 → Rp23.600/liter 

3. Pertamina Dex: dari Rp14.500 → Rp23.900/liter 
 

Sementara itu, harga BBM lain masih bertahan:
 

1. Pertamax (RON 92): Rp12.300/liter 

2. Pertalite: Rp10.000/liter 

3. Biosolar: Rp6.800/liter 
 

Daya Beli Jadi Taruhan
 

Rivqy menutup dengan pesan tegas: kebijakan energi harus tetap berpihak pada rakyat. Jangan sampai kenaikan BBM justru memperlemah daya beli di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
 

“Intinya satu: jangan sampai rakyat kecil jadi korban,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: