Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Banten Raih UHC Award 2026, Andra Soni Tegaskan Negara Hadir di Layanan Kesehatan

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 27 Januari 2026 | 20:49 WIB
Gubernur Banten Andara Soni memperlihatkan piala dan piagam penghargaan UHC Award 2026 kategori Pratama dari BPJS Kesehatan - Biro Adpimpro Banten -
Gubernur Banten Andara Soni memperlihatkan piala dan piagam penghargaan UHC Award 2026 kategori Pratama dari BPJS Kesehatan - Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM - Jakarta — Komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan merata berbuah apresiasi nasional. Provinsi Banten berhasil meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Pratama dari BPJS Kesehatan, dengan tingkat kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 98 persen.
 

Penghargaan tersebut diterima langsung Gubernur Banten Andra Soni dalam ajang UHC Award 2026 yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Selasa (27/1/2026).
 

Akses Kesehatan Jadi Tolok Ukur Pelayanan Publik
 

Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan indikator utama keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Menurutnya, kehadiran BPJS Kesehatan menjadi pilar penting dalam memastikan negara benar-benar hadir bagi rakyat.
 

“Kinerja kepala daerah salah satunya diukur dari kualitas pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan,” tegas Andra Soni mengutip laman bantenprov.go.id.
 

Ia menekankan, setiap warga Banten berhak memperoleh layanan kesehatan yang adil dan setara tanpa diskriminasi.
 

Perluasan Kepesertaan Terus Digenjot
 

Andra Soni menyampaikan bahwa Pemprov Banten akan terus memperluas cakupan kepesertaan JKN agar tidak ada masyarakat yang tertinggal dari akses layanan kesehatan.
 

“Cakupan kepesertaan harus terus diperluas agar seluruh rakyat Banten mendapatkan pelayanan kesehatan yang adil dan setara,” ujarnya.
 

Saat ini, Provinsi Banten memiliki lebih dari 130 rumah sakit serta berbagai fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Andra berharap seluruh fasilitas tersebut telah dan terus menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk mempermudah akses masyarakat.
 

Perkuat PBI, Libatkan Bupati dan Wali Kota
 

Untuk meningkatkan kepesertaan aktif, khususnya bagi kelompok Penerima Bantuan Iuran (PBI), Pemprov Banten akan memperkuat koordinasi dengan para bupati dan wali kota se-Banten.
 

“Kami akan memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota agar kepesertaan aktif terus meningkat, terutama bagi masyarakat tidak mampu,” jelasnya.
 

Selain itu, Andra juga mendorong BPJS Kesehatan untuk terus meningkatkan edukasi publik secara transparan.
 

“Masyarakat harus paham hak-haknya, layanan apa saja yang ditanggung dan tidak ditanggung,” tambahnya.
 

UHC Indonesia Diakui Dunia
 

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyampaikan bahwa Program JKN merupakan salah satu program strategis nasional yang capaian keberhasilannya diakui secara global.
 

“Dalam kurun waktu 10 tahun, Indonesia mampu mencapai Universal Health Coverage. Ini adalah capaian tercepat di dunia,” ungkap Ghufron.
 

Ia menegaskan, keberhasilan UHC harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur kesehatan dan ketersediaan tenaga medis yang memadai di daerah.
 

Capaian Banten: 98 Persen Terdaftar, 80 Persen Aktif
 

Berdasarkan data pendukung, Provinsi Banten meraih UHC Award 2026 kategori Pratama dengan capaian:

 

- 98 persen penduduk terdaftar sebagai peserta JKN

- 80 persen tingkat keaktifan kepesertaan pada tahun 2025
 

Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.rajamedia

Komentar: