Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Banjir Kota Tangerang Mulai Surut, Ribuan Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Laporan: Firman
Rabu, 11 Maret 2026 | 08:52 WIB
Petugas DPUPR Kota Tangerang memasang kisdam darurat di Perumahan Duren Village, Kelurahan Sudimara Selatan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Senin (9/3) - Foto : DPUPR Kota Tangerang -
Petugas DPUPR Kota Tangerang memasang kisdam darurat di Perumahan Duren Village, Kelurahan Sudimara Selatan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Senin (9/3) - Foto : DPUPR Kota Tangerang -

RMBANTEN.COM - Kota Tangerang — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Tangerang mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Berdasarkan laporan terbaru hingga 11 Maret 2026, sebagian besar titik genangan telah berangsur pulih, meski proses penanganan dan pemulihan masih terus dilakukan di beberapa wilayah yang terdampak cukup parah.
 

Petugas gabungan dari berbagai instansi saat ini masih bekerja di lapangan untuk mempercepat normalisasi wilayah, mulai dari penyedotan air hingga pembersihan lumpur dan sampah di kawasan permukiman.
 

Periuk Masih Jadi Fokus Penanganan
 

Wilayah Kecamatan Periuk menjadi salah satu kawasan yang masih menjadi fokus utama penanganan banjir karena penurunan air berlangsung relatif lambat.
 

Di kawasan Perumahan Periuk Damai, ketinggian air dilaporkan sudah menurun sekitar 40 hingga 60 sentimeter dari titik puncaknya yang sebelumnya sempat mencapai lebih dari empat meter.
 

Sementara itu, wilayah lain di bagian timur dan tengah kota seperti Ciledug, Karang Tengah, dan Pinang dilaporkan telah surut sepenuhnya.
 

Di kawasan tersebut, petugas kini berfokus melakukan pembersihan sisa lumpur serta tumpukan sampah yang terbawa arus banjir di jalan raya maupun area permukiman warga.
 

Adapun di wilayah Cipondoh, beberapa titik masih tergenang dengan ketinggian air yang bervariasi, meski tren penurunan terus terjadi dibandingkan hari-hari sebelumnya.
 

Lebih dari 13 Ribu Warga Terdampak
 

Data dari BPBD Kota Tangerang mencatat sebanyak 13.410 jiwa terdampak banjir yang terjadi akibat hujan ekstrem pada 7–8 Maret lalu.
 

Dari jumlah tersebut, sekitar 5.786 warga masih berada di lokasi pengungsian yang tersebar di sejumlah titik, salah satunya di Masjid Al Jihad Periuk.
 

Pada puncak kejadian banjir, tercatat 10 hingga 11 kecamatan di Kota Tangerang terdampak genangan air dengan ketinggian yang bervariasi.
 

Pompa Air Dimaksimalkan
 

Pemerintah daerah kini memfokuskan langkah pemulihan dengan memaksimalkan pengoperasian pompa air di sejumlah kawasan cekungan, terutama di Kecamatan Periuk.
 

Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses pengeringan wilayah yang masih tergenang.
 

Selain itu, penyaluran bantuan logistik berupa makanan siap saji, kebutuhan dasar, serta layanan kesehatan terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama relawan.
 

Layanan Darurat Tetap Dibuka
 

Pemerintah Kota Tangerang juga memastikan layanan darurat tetap siaga untuk membantu masyarakat yang masih membutuhkan bantuan.
 

Warga dapat memantau perkembangan situasi atau meminta pertolongan melalui Call Center 112 maupun aplikasi layanan publik Tangerang LIVE.
 

Melalui koordinasi lintas instansi dan dukungan masyarakat, pemerintah berharap proses pemulihan pascabanjir di Kota Tangerang dapat berjalan cepat sehingga aktivitas warga segera kembali normal.rajamedia

Komentar: