Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

500 Sekolah di Kota Tangerang Turun ke Jalan, Sedekah Sampah Demi Selamatkan Bumi

Laporan: Firman
Senin, 08 Juni 2026 | 05:08 WIB
Foto: Dok.Diskominfo Kota Tangerang - RMN -
Foto: Dok.Diskominfo Kota Tangerang - RMN -

RMBANTEN.COM — Kota Tangerang kembali bikin gebrakan! Momen Car Free Day (CFD) di kawasan Tugu Adipura, Minggu (7/6/2026), mendadak berubah jadi lautan aksi peduli lingkungan.
 

Bukan cuma warga yang jogging atau gowes santai, kali ini ribuan peserta datang membawa “amunisi” berupa sampah pilahan hasil kerja bakti dari sekolah dan lingkungan masing-masing.
 

Pemerintah Kota Tangerang lewat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyulap CFD menjadi panggung besar penyelamatan bumi dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
 

500 Sekolah Adiwiyata Ikut Sedekah Sampah
 

Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengatakan kegiatan kali ini jauh lebih besar dibanding CFD biasanya.
 

Selain uji emisi kendaraan dan pemantauan kualitas udara, CFD juga dijadikan lokasi penimbangan hasil bank sampah dari ratusan sekolah Adiwiyata.

“Antusiasmenya luar biasa. Ada sekitar 500 sekolah Adiwiyata yang ikut membawa hasil pilahan sampah mereka untuk ditimbang dan disedekahkan,” kata Wawan mengutip laman resmi Pemkot Tangerang.
 

Tak hanya terpusat di Tugu Adipura, aksi lingkungan ini juga digelar serentak di 13 kecamatan se-Kota Tangerang.
 

Tukar Sampah Jadi Tanaman Cabai dan Tomat
 

Menariknya, warga dan sekolah yang aktif melakukan sedekah sampah langsung mendapat hadiah tanaman produktif seperti cabai, tomat, hingga terong.
 

Program ini merupakan hasil kolaborasi DLH dengan Dinas Ketahanan Pangan untuk mendukung gerakan ketahanan pangan nasional.
 

Sampah tak lagi dipandang sebagai masalah, tapi bisa menjadi sumber manfaat dan edukasi lingkungan.
 

Gerakkan Sekolah Bersih-Bersih Sejak Jumat
 

Wawan menjelaskan, gerakan besar ini berawal dari surat edaran Wali Kota Tangerang yang mengajak sekolah-sekolah melakukan Gerakan Indonesia Asri sejak Jumat lalu.
 

Sekolah diminta melakukan kerja bakti dan memilah sampah dari lingkungan masing-masing, lalu hasilnya dibawa ke CFD untuk ditimbang.
 

“Tujuannya agar budaya memilah sampah dimulai dari rumah tangga dan sekolah. Ini penting karena kapasitas TPA kita sudah hampir penuh,” jelasnya.
 

Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif menjaga lingkungan.
 

“Bumi ini tempat tinggal kita. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi?” tegas Wawan.
 

Guru dan Siswa Kompak Jadi Pasukan Hijau
 

Semangat aksi lingkungan juga terasa dari para peserta sekolah.
 

Yuyun Heriana, guru SMP Negeri 21 Kota Tangerang, mengaku senang bisa ikut langsung dalam program sedekah sampah tersebut.
 

Menurutnya, para siswa sudah dibiasakan memilah sampah organik dan anorganik sejak di lingkungan sekolah.
 

“Anak-anak sangat antusias. Plastik dan kardus yang terkumpul sengaja kami bawa ke CFD untuk disumbangkan,” ujar Yuyun.
 

Ia berharap gerakan seperti ini terus berlanjut agar generasi muda makin sadar pentingnya menjaga bumi dari ancaman sampah dan polusi.rajamedia

Komentar: