Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Ayah Hadir di Hari Pertama Sekolah, Anak Tumbuh Lebih Percaya Diri

Laporan: Firman
Rabu, 15 Juli 2026 | 13:09 WIB
Foto ilustrasi gerakan ayah mengantar anak sekolah di hari pertama - RMN -
Foto ilustrasi gerakan ayah mengantar anak sekolah di hari pertama - RMN -

RMBANTEN.COM — Tangerang Selatan — Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) yang diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari tokoh masyarakat sekaligus Ketua RW 015 Komplek Serpong Estate, Tangerang Selatan, H. Dede Zaki Mubarok, yang menilai kehadiran ayah pada hari pertama sekolah bukan sekadar mengantar, melainkan investasi emosional bagi tumbuh kembang anak.
 

Menurut Zaki, momen hari pertama sekolah merupakan pengalaman yang akan dikenang anak sepanjang hidup. Karena itu, kehadiran ayah memiliki makna penting dalam membangun rasa percaya diri sekaligus memberikan dukungan psikologis kepada anak saat memasuki lingkungan baru.
 

"Sering kali kita menganggap tugas mengantar anak sekolah adalah urusan ibu. Padahal, kehadiran ayah di hari pertama sekolah memberikan pesan yang sangat kuat kepada anak bahwa ia didukung, dicintai, dan tidak menghadapi tantangan sendirian," ujar Zaki kepada Raja Media Network, Rabu (15/7/2026).


Bangun Kedekatan Ayah dan Anak
 

GAMAS merupakan bagian dari program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 17 Tahun 2026.
 

Program ini bertujuan meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan sekaligus mengurangi fenomena fatherless, yaitu minimnya peran ayah dalam kehidupan anak.
 

Zaki menilai gerakan tersebut merupakan langkah yang tepat untuk membangun budaya pengasuhan yang lebih seimbang.
 

"Anak tidak hanya membutuhkan nafkah dari ayah, tetapi juga perhatian, pelukan, doa, dan waktu yang berkualitas. Kehadiran ayah adalah fondasi pembentukan karakter anak," katanya.
 

Ayah Harus Jadi Teladan
 

Sebagai orang tua, Zaki berharap GAMAS tidak berhenti sebagai seremoni pada hari pertama sekolah.
 

Menurutnya, gerakan tersebut harus menjadi awal perubahan budaya agar ayah lebih aktif mendampingi proses pendidikan anak setiap hari.
 

"Mengantar anak sekolah hanyalah langkah awal. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana ayah terus hadir dalam perjalanan pendidikan anak, mendengarkan cerita mereka, mendampingi belajar, dan menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
 

Ia meyakini keterlibatan ayah secara konsisten akan melahirkan generasi yang lebih percaya diri, mandiri, serta memiliki karakter yang kuat.
 

ASN Diberi Fleksibilitas Waktu
 

Untuk menyukseskan GAMAS, pemerintah juga memberikan dukungan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN).
 

Melalui imbauan Menteri PANRB, instansi pemerintah diminta memberikan fleksibilitas waktu kerja bagi ASN yang ingin mengantar anaknya pada hari pertama sekolah.
 

Kebijakan tersebut berlaku bagi ASN yang memiliki anak di jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA, dan telah diterapkan di sejumlah daerah, seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, Depok, hingga Tangerang.
 

Bangun Generasi Indonesia dari Keluarga
 

Zaki berharap semangat GAMAS menjadi gerakan nasional yang terus berlanjut, bukan hanya setiap awal tahun ajaran.
 

Menurutnya, keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak, dan ayah memiliki peran yang tidak tergantikan dalam membentuk karakter generasi masa depan.
 

"Kalau kita ingin melahirkan generasi Indonesia yang hebat, maka mulailah dari keluarga yang utuh. Dan ayah harus hadir, bukan hanya mencari nafkah, tetapi juga menjadi sahabat, pendidik, dan inspirasi bagi anak-anaknya," pungkasnya.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tajam, Terpercaya.rajamedia

Komentar: