Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

AHY Sebut Ekraf Sektor Masa Depan, Banten Siapkan Ruang Kreatif Baru

Laporan: Firman
Senin, 23 Februari 2026 | 05:32 WIB
Wagub Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dalam forum “Duduk Dengar Kreatif” di Onix Cafe, Kota Serang, Sabtu (21/2/2026). - Biro Adpimpro Banten -
Wagub Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dalam forum “Duduk Dengar Kreatif” di Onix Cafe, Kota Serang, Sabtu (21/2/2026). - Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM - Kota Serang - Banten tak ingin hanya dikenal sebagai wilayah industri dan penyangga ibu kota. Kini, ekonomi kreatif didorong menjadi mesin baru pemerataan pembangunan.
 

Itu terlihat saat Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dalam forum “Duduk Dengar Kreatif” di Onix Cafe, Kota Serang, Sabtu (21/2/2026).
 

Forum itu bukan sekadar diskusi santai. Para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) Banten menyampaikan aspirasi konkret: kebutuhan ruang kreatif yang layak dan terintegrasi sebagai prioritas kebijakan daerah.
 

Ruang Kreatif Jadi Agenda Strategis
 

Dalam dialog tersebut, pelaku ekraf menekankan bahwa ruang kreatif bukan hanya tempat berkumpul, melainkan ekosistem untuk kolaborasi, inovasi, dan tumbuhnya usaha baru.
 

Wagub Dimyati menegaskan, Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen menjadikan ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru.
 

“Pemprov Banten melihat ekonomi kreatif bukan sekadar sektor pendukung, tetapi pilar penting dalam pemerataan pembangunan. Aspirasi para pelaku ini menjadi masukan strategis bagi kami dalam menyusun kebijakan daerah ke depan,” ujar Dimyati melansir laman bantenprov.go.id.
 

Menurutnya, ruang kreatif akan membuka akses lebih luas bagi talenta lokal, khususnya di luar Tangerang Raya, agar pertumbuhan tidak terpusat di satu kawasan saja.
 

Infrastruktur Bukan Sekadar Jalan dan Jembatan
 

Dimyati juga menyoroti pentingnya sinergi pusat dan daerah. Pembangunan infrastruktur, kata dia, tidak boleh berhenti pada proyek fisik semata.
 

Yang lebih penting adalah bagaimana infrastruktur itu menopang tumbuhnya ruang-ruang kreatif yang melahirkan usaha baru, membuka lapangan kerja, serta memperkuat identitas daerah.
 

“Komitmen pemerintah pusat ini dapat diterjemahkan dalam kebijakan konkret di daerah, sehingga pertumbuhan ekonomi kreatif di Banten dapat berkembang secara merata dan berkelanjutan,” tegasnya.
 

AHY: Ekraf Sektor Masa Depan
 

Sementara itu, AHY menegaskan ekonomi kreatif adalah sektor masa depan yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan generasi muda.
 

“Ekonomi kreatif adalah sektor masa depan yang berkelanjutan. Jika didukung infrastruktur yang tepat, sektor ini mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan menjadi jalan keluar dari jebakan pendapatan menengah,” ujarnya.
 

Menurut AHY, paradigma pembangunan ke depan harus berubah. Infrastruktur tak lagi hanya soal konektivitas fisik, tetapi juga bagaimana menghadirkan pusat-pusat kreativitas di daerah.
 

“Kita ingin anak-anak muda bisa tumbuh dan berkarya di daerahnya sendiri. Ruang kreatif harus menjadi bagian dari strategi pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi lokal,” katanya.
 

Pertemuan di Kota Serang itu menjadi sinyal kuat: Banten sedang menata ulang arah pembangunannya. Dari beton dan aspal, menuju ide, kreativitas, dan inovasi.rajamedia

Komentar: