Akhiri Perang! PBNU Desak AS–Iran Duduk Bareng
RMBANTEN.COM — Jakarta, Polkam — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali memainkan peran globalnya. Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menemui Duta Besar Amerika Serikat, Peter Mark Haymond, di kawasan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Langkah ini bukan sekadar silaturahmi diplomatik. PBNU membawa misi besar: menekan eskalasi konflik Timur Tengah dan mendorong dialog langsung antara Amerika Serikat dan Iran.
"Hentikan Perang, Buka Jalur Komunikasi"
Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla, mengungkapkan inti pesan yang dibawa Gus Yahya.
PBNU mendesak Washington untuk segera mengakhiri perang—dengan cara apa pun—melalui komunikasi intensif dengan Teheran.
“Yang terpenting adalah membangun komunikasi dengan pemerintah Iran agar konflik ini segera berakhir,” ujar Gus Ulil melansir laman NU Online.
Bagi PBNU, diplomasi adalah satu-satunya jalan rasional di tengah panasnya konflik.
Dampak Ekonomi Jadi Sorotan Serius
Tak hanya soal geopolitik, PBNU juga menyoroti dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia.
Perang, kata Gus Ulil, bukan hanya menghancurkan kawasan konflik—tapi juga mengguncang ekonomi global.
“Dampaknya luar biasa. Masyarakat Indonesia berkepentingan agar perang ini segera diakhiri,” tegasnya.
PBNU Gali Arah Akhir Konflik
Dalam pertemuan itu, Gus Yahya juga aktif menggali berbagai hal:
1. Situasi terkini di lapangan
2. Kepentingan strategis AS
3. Arah akhir dari konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran
PBNU tidak hanya menyampaikan aspirasi—tapi juga mendengar perspektif Washington secara langsung.
“Kita menunggu perkembangan selanjutnya, apakah konflik ini bisa segera diselesaikan,” ujar Gus Ulil.
Respons AS: Komunikasi dengan Iran Terus Dibuka
Dari pihak Amerika, Peter Haymond menyatakan bahwa komunikasi dengan Pemerintah Iran sebenarnya sudah dilakukan.
“Kami berharap upaya ini membuahkan hasil,” katanya.
Ia juga mengakui bahwa dampak perang, termasuk bagi Indonesia, memang nyata—terutama di sektor ekonomi.
Safari Diplomasi PBNU: Iran hingga Arab Saudi
Langkah ke Kedubes AS ini bukan yang pertama.
Sebelumnya, Gus Yahya juga telah menemui:
1. Dubes Iran, Mohammed Boroujerdi
2. Dubes Arab Saudi, Faisal Abdullah Al-Amudi
Kepada Iran, PBNU menyampaikan solidaritas dan doa. Kepada Arab Saudi, dibangun komunikasi untuk mendorong stabilitas kawasan.
PBNU Ajak Ormas dan Pemerintah Turun Tangan
PBNU tak ingin bergerak sendiri. Organisasi Islam terbesar ini juga mendorong:
1. Keterlibatan ormas Islam lain
2. Peran aktif pemerintah Indonesia
3. Penguatan jalur diplomasi kawasan
“Tidak ada solusi yang lebih rasional selain dialog antarnegara,” pungkas Gus Ulil.
Di tengah dentuman konflik global, PBNU memilih jalur sunyi: diplomasi. Tak ada jaminan langsung berhasil. Tapi jika semua pihak terus bicara—peluang damai tetap ada. Dan dari Jakarta, suara itu mulai digaungkan.![]()
Parlemen | 6 hari yang lalu
Patandang | 3 hari yang lalu
Hukum | 3 hari yang lalu
Nagara | 6 hari yang lalu
Ékobis | 6 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Gaya Hirup | 2 hari yang lalu
Ékobis | 4 hari yang lalu
Warta Banten | 5 hari yang lalu