Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

13 Persen Pelajar Tangsel Terdeteksi Anemia, Pemkot Gencarkan Tablet Tambah Darah

Laporan: Firman
Kamis, 17 September 2026 | 18:56 WIB
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat Kampanye dan Penggerakan Masyarakat Hidup Sehat di SMPN 13 Tangerang Selatan, Kamis (17/9/2026). - Foto: Dk Pemkot Tangsel -
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat Kampanye dan Penggerakan Masyarakat Hidup Sehat di SMPN 13 Tangerang Selatan, Kamis (17/9/2026). - Foto: Dk Pemkot Tangsel -

RMBANTEN.COM – Tangerang Selatan – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat upaya pencegahan anemia pada remaja putri setelah hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) terhadap sekitar 292 ribu pelajar menunjukkan sekitar 13 persen mengalami anemia.
 

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dalam kegiatan Kampanye dan Penggerakan Masyarakat Hidup Sehat di SMPN 13 Tangerang Selatan, Kamis (17/9/2026). Data Dinas Kesehatan Tangsel menyebut mayoritas kasus anemia yang ditemukan berada pada kategori ringan. 
 

Empat Risiko Kesehatan Ditemukan
 

Benyamin mengatakan, hasil CKG menemukan empat kondisi yang perlu menjadi perhatian pada pelajar. Kondisi tersebut bukan disebut sebagai penyakit, melainkan risiko kesehatan yang dapat memengaruhi aktivitas dan proses belajar.
 

“Jadi dari hasil cek kesehatan gratis kita temukan fakta bahwa anak-anak seusia mereka ini ada empat kondisi, bukan penyakit ya, risiko,” ujar Benyamin melansir laman resmi Pemkot Tangsel.

Empat risiko tersebut meliputi anemia, karies atau gigi berlubang, kecemasan ringan, serta penurunan ketajaman penglihatan. 
 

Anemia Lebih Banyak Ditemukan pada Remaja Putri
 

Menurut Benyamin, anemia menjadi salah satu perhatian utama karena lebih banyak ditemukan pada pelajar perempuan.
 

“Risiko yang pertama adalah anemia. Mereka kekurangan darah. Jadi anak-anak wanita kemarin dikumpulkan dan ternyata mereka paling banyak mengalami kekurangan darah,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar menyebut dari sekitar 292 ribu lebih anak sekolah yang diperiksa, sekitar 13 persen terdeteksi mengalami anemia dan sebagian besar masuk kategori ringan. 
 

TTD Diberikan Secara Serentak
 

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Tangsel menggelar gerakan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) secara serentak, terutama bagi remaja putri.
 

Benyamin berharap konsumsi TTD tidak hanya dilakukan ketika ada kegiatan di sekolah, tetapi dapat menjadi kebiasaan para pelajar.


“Kami harapkan mereka bisa melakukan secara mandiri ya, minum tablet tambah darah ini,” kata Benyamin.
 

Allin mengatakan pencegahan anemia perlu dilakukan sejak remaja sebagai bagian dari upaya mempersiapkan kesehatan sebelum memasuki usia pernikahan dan kehamilan. Ia juga mengaitkan anemia pada ibu hamil dengan risiko stunting. 
 

Aksi Bergizi Setiap Jumat
 

Untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, SMPN 13 Tangsel mulai mengintegrasikan konsumsi TTD dalam kegiatan Aksi Bergizi setiap Jumat.
 

Para pelajar akan makan makanan bergizi bersama, kemudian mengonsumsi TTD dengan pendampingan pihak sekolah. Program serupa selanjutnya diarahkan untuk diperluas ke jenjang pendidikan lainnya, termasuk SMA. 
 

Penglihatan dan Kesehatan Mental Turut Jadi Perhatian
 

Selain anemia, hasil CKG juga menemukan persoalan kesehatan gigi, kecemasan ringan, serta penurunan ketajaman penglihatan.
 

Benyamin menyebut kecemasan ringan pada pelajar dapat berkaitan dengan persoalan sehari-hari, seperti kekhawatiran tugas sekolah tidak selesai, takut tidak naik kelas, hingga kekhawatiran dimarahi orang tua.
 

Sementara terkait penglihatan, ia menyoroti kebiasaan menggunakan telepon seluler dalam jarak dekat yang dapat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena berpotensi mengganggu kemampuan siswa melihat tulisan di papan kelas. 
 

Pencegahan Dimulai dari Bangku Sekolah
 

Pemkot Tangsel menempatkan hasil CKG sebagai dasar untuk memperkuat tindak lanjut kesehatan di lingkungan sekolah. Dengan pemberian TTD dan Aksi Bergizi secara rutin, pencegahan anemia diarahkan dimulai sejak usia remaja.
 

Dinkes Tangsel juga mendorong perhatian terhadap kesehatan gigi, pola makan, kesehatan psikologis, serta penggunaan perangkat digital agar berbagai risiko yang ditemukan melalui CKG dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan. 
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: