Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Benyamin Davnie: Integritas Harus Dimulai dari Rumah, Pasangan Jadi “Rem” Antikorupsi

Laporan: Firman
Rabu, 16 September 2026 | 05:40 WIB
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie - Foto: Dok Pemkot Tangsel -
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie - Foto: Dok Pemkot Tangsel -

RMBANTEN.COM – Tangerang Selatan – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun integritas aparatur pemerintahan sekaligus mencegah praktik korupsi.
 

Pesan itu disampaikan Benyamin saat kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel, Selasa (15/9/2026).
 

Menurut Benyamin, integritas bukan sekadar persoalan aturan pemerintahan. Nilai tersebut harus tumbuh sejak seseorang berada di lingkungan keluarga.
 

Keluarga Jadi Sekolah Pertama Integritas
 

Benyamin mengatakan, keluarga merupakan tempat pertama seseorang belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, kesantunan dan kebenaran.


“Ketika kita berbincang tentang integritas, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang nilai, karakter dan pilihan kita.”
 

Ia menegaskan, keluarga menjadi tempat seseorang belajar membedakan mana yang benar dan salah, termasuk memahami mana yang menjadi hak dan mana yang bukan haknya.
 

Karena itu, keluarga dapat menjadi benteng awal untuk mengingatkan aparatur agar tetap menjaga amanah serta menggunakan penghasilan yang diperoleh secara benar.
 

Pasangan Bisa Jadi “Rem”
 

Benyamin secara khusus menyoroti peran pasangan dalam menjaga integritas pejabat pemerintahan.
 

Menurutnya, pasangan dapat menjadi pengingat ketika seorang pejabat menghadapi godaan atau berpotensi menerima sesuatu yang bukan haknya.
 

“Kalau dalam istilah mobil, (pasangan jadi) remnya,” ujar Benyamin.
 

Ia memberi gambaran sederhana. Ketika seorang pejabat tiba-tiba mendapatkan uang dalam jumlah yang tidak biasa, pasangan dapat mempertanyakan asal-usulnya.
 

Begitu pula dengan mengingatkan sejak awal agar mencari rezeki yang halal dan menjalankan amanah dengan baik.
 

Bukan Intervensi, tetapi Pengawasan dari Rumah
 

Benyamin menegaskan, peran pasangan bukan untuk mencampuri urusan teknis pemerintahan atau mengintervensi tugas lurah.
 

Sebaliknya, pasangan diharapkan menjadi bagian dari mekanisme pengawasan informal di lingkungan keluarga.
 

Menurutnya, pencegahan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan regulasi, sistem pengawasan dan pengendalian internal pemerintahan. Nilai integritas harus menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
 

54 Lurah dan Pasangan Ikut Bimtek
 

Kegiatan Keluarga Berintegritas tersebut diikuti 54 lurah beserta pasangan masing-masing dan mendapatkan pendampingan dari KPK RI.
 

Benyamin mengingatkan bahwa posisi lurah memiliki tanggung jawab strategis karena menjadi pemimpin pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.
 

Pelayanan, keputusan maupun perilaku lurah akan langsung dirasakan dan dinilai warga.
 

Karena itu, jabatan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keteladanan.
 

Jabatan Adalah Kepercayaan
 

Benyamin menegaskan bahwa jabatan bukan semata-mata kewenangan, melainkan kepercayaan yang harus dijaga melalui sikap dan perbuatan.


“Jabatan bukan sekadar kewenangan, jabatan adalah kepercayaan. Dan kepercayaan tidak cukup dijaga dengan kata-kata, tetapi harus dibuktikan melalui sikap, perbuatan, dan keteladanan.”
 

Ia berharap program Keluarga Berintegritas mampu memperkuat budaya antikorupsi mulai dari rumah hingga lingkungan pemerintahan.
 

Dari Rumah untuk Pelayanan Publik
 

Benyamin menilai keluarga yang memiliki nilai integritas dapat ikut membentuk pemimpin yang berintegritas.
 

Budaya tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai program pemerintah, tetapi menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.


“Integritas harus dimulai dari rumah, dicontohkan dalam kehidupan, dan kemudian dibawa ke tengah-tengah masyarakat.”
 

Ia berharap para lurah tidak hanya dihormati karena jabatan, tetapi juga karena integritas, ketulusan dan keteladanan.
 

Pada akhirnya, penguatan integritas dari lingkungan keluarga diharapkan turut memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Tangerang Selatan.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: