Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Kebakaran Pabrik Batujaya Belum Padam Total, Titik Api Tersembunyi di Bawah Reruntuhan

Laporan: CAREP-01
Kamis, 17 September 2026 | 13:53 WIB
Petugas  BPBD Kota Tangerang sedang melaksanakan pendinginan di lokasi kebakaran pabrik di Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper, Kamis (17/9/2026) siang. - Foto: Dok Pemkot Tangerang -
Petugas BPBD Kota Tangerang sedang melaksanakan pendinginan di lokasi kebakaran pabrik di Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper, Kamis (17/9/2026) siang. - Foto: Dok Pemkot Tangerang -

RMBANTEN.COM – Kota Tangerang – Petugas pemadam kebakaran BPBD Kota Tangerang masih melakukan proses pendinginan di lokasi kebakaran pabrik di Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper, Kamis (17/9/2026) siang.
 

Hingga pukul 12.00 WIB, sejumlah titik api masih ditemukan di bagian belakang bangunan. Petugas terus melakukan penyiraman untuk memastikan seluruh sumber api benar-benar padam.
 

Titik Api Masih Ditemukan
 

Komandan Regu 3 UPT Batuceper BPBD Kota Tangerang, Rochim, mengatakan proses pendinginan masih berlangsung karena terdapat titik api yang belum sepenuhnya padam.
 

“Saat ini masih proses pendinginan. Karena di bagian belakang masih ada titik api yang masih menyala,” ujar Rochim mengutip laman resmi Pemkot Tangerang.
 

Sebanyak 25 personel dan tujuh unit armada pemadam kebakaran masih bertahan di lokasi untuk melakukan penanganan lanjutan.
 

Petugas terus menyemprotkan air ke sejumlah bagian bangunan yang masih berpotensi menyimpan bara api.
 

Bangunan Runtuh Hambat Pemadaman
 

Proses pemadaman menghadapi kendala karena sebagian bangunan telah runtuh dan menimpa bahan baku yang terbakar.
 

Kondisi tersebut membuat petugas kesulitan menjangkau sumber api yang berada di bawah material dan reruntuhan.


“Bangunan ini sudah runtuh sebagian dan menimpa bahan baku. Bahan baku yang terbakar tertimpa dinding sehingga kita sulit untuk memadamkannya,” jelas Rochim.
 

Petugas harus melakukan penyiraman secara bertahap untuk menjangkau titik-titik api yang tertutup material bangunan.
 

Suplai Air Jadi Kendala
 

Selain kondisi bangunan, keterbatasan suplai air juga menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.
 

Sumber air yang digunakan petugas berada di kawasan Batu Sari, sehingga armada membutuhkan waktu untuk melakukan perjalanan pengisian dan kembali ke lokasi kebakaran.
 

Kondisi lalu lintas di sekitar jalur tersebut turut menjadi faktor yang memengaruhi kecepatan suplai air.
 

Api ke Arah Rumah Warga Berhasil Diputus
 

Meski menghadapi sejumlah kendala, petugas memastikan penanganan terus dilakukan secara maksimal.
 

Rochim menyebut api yang sebelumnya menjalar ke arah rumah warga telah berhasil diputus sejak Kamis dini hari.


“Alhamdulillah, api yang menjalar ke rumah warga sudah terputus sejak dini hari. Kami terus berusaha semaksimal mungkin agar api ini cepat padam,” katanya.
 

Dengan terputusnya rambatan api, fokus petugas kini diarahkan pada pendinginan dan memastikan tidak ada lagi titik api yang dapat kembali memicu kebakaran.
 

Warga Diminta Waspada Musim Kemarau
 

Rochim mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim kemarau.
 

Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar sampah sembarangan.
 

“Imbauan untuk masyarakat di musim kemarau ini agar tidak bermain dengan api, apalagi membakar sampah. Pihak perusahaan juga harus waspada dan memperhatikan aspek keselamatan,” pungkasnya.
 

Petugas Pastikan Api Benar-Benar Padam
 

Hingga Kamis siang, proses pendinginan masih terus dilakukan. Sebanyak 25 personel dengan tujuh armada pemadam kebakaran tetap disiagakan untuk memastikan titik api di bagian belakang bangunan dapat ditangani.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: