Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

"Adu Banteng" Argo Bromo Anggrek vs KRL, 7 Tewas dan 81 Luka-luka

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 28 April 2026 | 09:36 WIB
Ilustrasi tabrakan maut KRL Vs KA Agro Bromo - RMN -
Ilustrasi tabrakan maut KRL Vs KA Agro Bromo - RMN -

RMBANTEN.COM - Bekasi - Insiden tragis mengguncang dunia perkeretaapian nasional. KA Argo Bromo Anggrek terlibat tabrakan fatal dengan rangkaian Commuter Line (KRL) di dekat Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026).
 

Peristiwa ini menimbulkan korban jiwa dan mengacaukan perjalanan kereta lintas Bekasi hingga Selasa pagi.
 

Diduga Berawal dari Taksi Terobos Rel
 

Berdasarkan informasi awal di lapangan, kecelakaan diduga dipicu sebuah taksi yang menemper atau menerobos area rel di sekitar Stasiun Bekasi Timur.
 

Situasi darurat itu memicu gangguan di lintasan hingga akhirnya dua rangkaian kereta terlibat tabrakan. Aparat terkait masih mendalami penyebab pasti insiden tersebut.
 

Dirut KAI: 7 Orang Meninggal Dunia
 

Sampai pukul 06.30 WIB, Selasa (28/4/2026), Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin menyampaikan perkembangan terbaru dari lokasi kejadian.
 

Korban meninggal dunia tercatat sebanyak 7 orang. Sementara itu, 81 penumpang mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan medis.

Selain itu, masih ada 3 penumpang yang dilaporkan terperangkap di dalam rangkaian kereta dan terus diupayakan penyelamatannya.
 

Evakuasi Berat, Butuh Delapan Jam
 

Proses evakuasi berlangsung dramatis dan membutuhkan waktu panjang. Petugas gabungan bekerja ekstra hati-hati demi keselamatan korban.
 

Sebanyak 12 gerbong KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dan telah dipindahkan ke Stasiun Bekasi.
 

Saat ini tim masih menyiapkan evakuasi lokomotif dengan koordinasi intensif bersama Basarnas.
 

Jalur Hilir Sudah Dibuka
 

KAI memastikan jalur hilir telah dibuka kembali untuk operasional kereta jarak jauh maupun terbatas.
 

Namun untuk layanan Commuter Line, operasional masih dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi. Penumpang belum bisa naik turun di Stasiun Bekasi Timur.
 

Posko Darurat dan Call Center Dibuka
 

Sebagai bentuk respons cepat, KAI membuka Posko Tanggap Darurat di area stasiun.
 

Keluarga korban maupun masyarakat yang membutuhkan informasi diminta menghubungi call center 121 atau datang langsung ke posko darurat.
 

Jadwal Kereta Masih Terganggu
 

Akibat kecelakaan ini, sejumlah perjalanan kereta api lintas Bekasi mengalami keterlambatan dan penyesuaian jadwal.
 

Pihak KAI menyatakan terus melakukan percepatan normalisasi jalur agar operasional kembali lancar secepat mungkin.rajamedia

Komentar: