Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Turun Gunung! Wali Kota Tangerang Sikat Titik Banjir, Sampah Jadi Sorotan

Laporan: CAREP-02
Jumat, 27 Maret 2026 | 06:16 WIB
Wali Kota Tangeranrang Sachrudin memeriksa titik-titik rawan banjir di sepanjang Kali Angke hingga Kali Pesanggrahan, Kamis (26/3/2026). - Dok Pemkot Tangerang -
Wali Kota Tangeranrang Sachrudin memeriksa titik-titik rawan banjir di sepanjang Kali Angke hingga Kali Pesanggrahan, Kamis (26/3/2026). - Dok Pemkot Tangerang -

RMBANTEN.COM - Kota Tangerang – Libur Lebaran usai, Pemerintah Kota Tangerang langsung tancap gas. Wali Kota Sachrudin turun langsung ke lapangan, menyisir titik-titik rawan banjir di sepanjang Kali Angke hingga Kali Pesanggrahan, Kamis (26/3/2026).
 

Langkah cepat ini jadi sinyal tegas: urusan banjir tak boleh ditunda.
 

Didampingi Dinas PUPR, aparat wilayah, dan Satpol PP, peninjauan dimulai dari kawasan Taman Cipulir Estate (Larangan-Kreo) hingga Duren Village, Ciledug. Fokusnya jelas—cek langsung kondisi lapangan dan cari solusi konkret.
 

Banjir dan Sampah, Dua Masalah Satu Nafas
 

Di tengah peninjauan, Sachrudin blak-blakan. Ia menegaskan, banjir tak bisa dipisahkan dari persoalan sampah.
 

“Mengatasi sampah itu sama dengan mengatasi banjir. Harus dari hulu sampai hilir,” tegasnya.
 

Ia pun mengajak warga mulai bergerak dari rumah—memilah sampah, mengurangi beban TPA, sekaligus menekan risiko banjir.
 

Pesannya jelas: jangan tunggu pemerintah, warga harus ikut turun tangan.
 

Infrastruktur Dicek, Fakta Lapangan Dibongkar
 

Tak sekadar sidak, Sachrudin juga memeriksa langsung kondisi pompa air, drainase, tanggul, hingga kisdam. Hasilnya? Ada fakta menarik.
 

“Laporan tanggul jebol ternyata hanya limpasan air. Ini penting, supaya penanganan tidak salah arah,” ungkapnya.
 

Solusi yang disiapkan pun lebih presisi: peninggian tanggul dan normalisasi sungai di titik-titik krusial.
 

PKL Liar Ditertibkan, Drainase Harus Bersih
 

Di sisi lain, Pemkot juga bergerak menertibkan hambatan di lapangan. Sachrudin memerintahkan Satpol PP menindak kios liar di sekitar Taman Royal, Cipondoh.
 

Alasannya tegas—jangan sampai saluran air terganggu.
 

“Kalau drainase tersumbat, banjir pasti datang. Ini tidak bisa ditawar,” tegasnya.
 

Ajak Warga Aktif, Banjir Harus Dilawan Bareng
 

Menutup kegiatan, Sachrudin menekankan pentingnya kolaborasi. Pemerintah tak bisa bekerja sendiri.
 

Ia membuka ruang bagi masyarakat untuk melapor, memberi masukan, bahkan kritik.
 

“Kami ingin selalu hadir. Kalau ada masalah, segera sampaikan. Dengan kebersamaan, insyaallah bisa kita selesaikan,” pungkasnya.
 

Pesan terakhirnya sederhana tapi kuat: lawan banjir, mulai dari rumah sendiri.rajamedia

Komentar: