Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Tumbang di Kandang! Persita Dipukul Bali United 0-1, Krisis Makin Nyata

Laporan: Firman
Kamis, 23 April 2026 | 19:34 WIB
Persita Tangerang kalah 0-1 dari Bali United - Foto: Dox X Persita -
Persita Tangerang kalah 0-1 dari Bali United - Foto: Dox X Persita -

RMBANTEN.COM - Tangerang, BRI Super League — Hari pahit di Banten International Stadium. Persita Tangerang dipermalukan tamunya, Bali United, dengan skor tipis 0-1, Kamis (23/4/2026).
 

Bukan sekadar kalah—ini alarm keras bagi Laskar Cisadane.
 

Gol Penalti Jadi Penentu
 

Satu-satunya gol dalam laga ini dicetak Diego Campos pada menit ke-61 lewat titik putih.
 

Penalti diberikan setelah handball pemain Persita, Pablo Ganet, di kotak terlarang satu menit sebelumnya. Eksekusi Campos tak mampu dibendung kiper Igor Rodrigues.
 

Skor 1-0 untuk tim tamu bertahan hingga peluit akhir.
 

Empat Kekalahan Beruntun, Alarm Bahaya
 

Hasil ini memperpanjang tren buruk Persita—empat kekalahan beruntun di liga.
 

Posisi di klasemen makin tertekan. Zona berbahaya bukan lagi ancaman jauh, tapi sudah di depan mata.
 

Lini Serang Tumpul, Peluang Terbuang
 

Persita sebenarnya bukan tanpa peluang. Tekanan sempat dibangun, tapi penyelesaian akhir jadi masalah klasik.
 

Peluang demi peluang gagal dikonversi jadi gol. Ujungnya? Satu kesalahan di belakang, langsung dihukum.
 

Evaluasi Besar Menanti
 

Sorotan kini mengarah ke lini pertahanan. Pelanggaran di kotak penalti jadi bukti koordinasi belum solid.
 

Pelatih Persita diprediksi akan melakukan evaluasi total—dari lini belakang hingga efektivitas serangan.
 

Sisa Musim Jadi Penentuan
 

Dengan poin yang stagnan, Persita tak punya banyak ruang untuk salah lagi.
 

Setiap laga ke depan adalah final. Jika tak segera bangkit, ancaman degradasi makin nyata.
 

Ini bukan sekadar kekalahan kandang. Ini sinyal krisis. Jika tak ada perubahan cepat, musim Persita bisa berubah dari sekadar buruk—menjadi bencana.rajamedia

Komentar: