Tanam Ratusan Pohon Kelor, Andra Soni Kirim Sinyal Lingkungan Bukan Aksesori Kebijakan!
RMBANTEN.COM - Serang — Gubernur Banten Andra Soni menunjukkan sikap politik yang tegas soal lingkungan. Ia turun langsung ke bantaran sungai, mendukung penuh gerakan Jaringan Nasional (Jarnas) Pemuda Hijau dalam aksi nyata penyelamatan lingkungan perkotaan.
Andra Soni hadir langsung dalam penanaman 100 pohon kelor di bantaran Kali Bedeng Kasemen, Lingkungan BBS Pengayoman, Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Sabtu (24/1/2026). Kehadiran ini menjadi pesan terbuka: isu lingkungan tidak boleh dipinggirkan dari agenda pembangunan daerah.
Sungai, Anak Muda, dan Arah Politik Lingkungan Banten
Kegiatan ini bukan seremoni biasa. Penanaman pohon kelor menjadi simbol gerakan penghijauan berkelanjutan dengan target lebih dari 1.500 pohon di sepanjang aliran Sungai Cibanten—salah satu sungai strategis yang selama ini menghadapi tekanan ekologis serius.
Program tersebut diinisiasi Jarnas Pemuda Hijau bersama Komunitas Peduli Sungai Banten, dengan melibatkan Pramuka melalui Kwartir Daerah (Kwarda) Banten. Anak muda ditempatkan bukan sebagai pelengkap, tetapi sebagai garda depan penyelamat lingkungan.
“Gerakan menanam pohon ini adalah inisiatif yang baik dan harus kita tindak lanjuti bersama. Anak-anak muda punya tanggung jawab menjaga masa depan mereka—menjaga alamnya, menjaga buminya,” tegas Andra Soni melansir laman bantenprov.go.id.
Bantaran Sungai Bukan Lahan Terlantar
Menurut Andra, penanaman pohon di bantaran sungai adalah langkah strategis, bukan simbolik. Vegetasi berfungsi mencegah erosi, menjaga struktur tanah, sekaligus memulihkan ekosistem sungai yang selama ini tergerus oleh pembangunan tak terkendali.
“Menjaga sungai dan menanam pohon itu penting. Ini bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan,” ujarnya dengan nada menekan.
Pascatambang Jadi Prioritas, Pemprov Siapkan Reforestasi
Lebih jauh, Andra Soni membuka kartu kebijakan Pemprov Banten ke depan. Reforestasi wilayah pascatambang akan diperkuat dan tidak lagi dibiarkan sebagai warisan kerusakan ekologis.
“Kami sedang merencanakan penanaman kembali, terutama di daerah-daerah pascatambang. Ini tidak boleh dibiarkan. Harus kita tanami kembali,” katanya tegas.
Ia juga mengingatkan agar jenis tanaman yang ditanam tidak asal hijau, tetapi punya nilai ekonomi dan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
“Tanamannya harus bermanfaat. Kami butuh masukan agar apa yang kita tanam benar-benar memberi manfaat nyata,” tambahnya.
Jarnas: Kalau Tak Menanam Hari Ini, Kita Menyiapkan Kehancuran
Ketua Umum Jarnas Pemuda Hijau, G. Borlak, menyebut gerakan ini sebagai ikhtiar kolektif menyelamatkan masa depan generasi bangsa.
“Kalau kita tidak menyiapkan bekal untuk anak cucu kita, maka kita sedang menyiapkan kehancuran,” ujarnya lugas.
Ia menjelaskan, penanaman di Sungai Cibanten merupakan bagian dari program nasional Jarnas. Hingga kini, hampir 9.000 pohon telah ditanam di berbagai daerah.
“Di sini kami tanam 100 pohon secara seremonial, tapi total di Sungai Cibanten ada 1.500 pohon. Ini berkelanjutan. Kami sudah bergerak di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan hari ini di Banten,” katanya.
Dari Hilir ke Hulu, Tambang Tak Boleh Cuci Tangan
Ketua Jarnas Pemuda Hijau Provinsi Banten, Agus, menegaskan bahwa penanaman akan dilakukan dari hilir hingga hulu Sungai Cibanten, sekaligus menyasar lahan-lahan kritis lainnya.
“Target di Sungai Cibanten 1.500 pohon. Target tahunan sekitar 2.500 pohon,” jelasnya.
Tak berhenti di situ, Jarnas juga akan mendorong perusahaan tambang untuk bertanggung jawab.
“Kami akan berkomunikasi dengan perusahaan tambang agar lahan bekas galian tidak dibiarkan mati,” katanya.
Kelor: Simbol Perlawanan Ekologis
Pohon kelor dipilih bukan tanpa alasan. Selain menahan erosi dan memperbaiki kualitas tanah, kelor memiliki nilai gizi tinggi dan potensi ekonomi bagi warga sekitar. Daunnya dapat diolah sebagai pangan hingga produk herbal.
Gerakan ini menjadi penanda: di Banten, isu lingkungan mulai diposisikan sebagai keputusan politik, bukan sekadar proyek seremoni.![]()
Patandang 1 jam yang lalu
Warta Banten | 6 hari yang lalu
Warta Banten | 2 hari yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu
Peristiwa | 1 hari yang lalu
Peristiwa | 6 hari yang lalu
Warta Banten | 4 hari yang lalu
Warta Banten | 1 hari yang lalu
Kaamanan | 1 hari yang lalu
Mancanagara | 6 hari yang lalu
