Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Daycare Yogya Diduga “Tempat Teror” Anak Balita! DPR: Usut Tuntas

Laporan: Raja Media Network
Minggu, 26 April 2026 | 23:11 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati - Humas DPR -
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati - Humas DPR -

RMBANTEN.COM - Jakarta, Legislator – Alarm perlindungan anak kembali berbunyi keras. Dugaan kekerasan terhadap puluhan balita di sebuah daycare di Yogyakarta memicu keprihatinan serius di tingkat nasional.
 

Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati angkat bicara. Ia mendesak aparat penegak hukum bertindak cepat, transparan, dan tanpa pandang bulu.
 

Puluhan Anak Diduga Jadi Korban
 

Data awal aparat menyebutkan, dari 103 anak yang terdaftar di fasilitas tersebut, sekitar 53 anak diduga mengalami kekerasan fisik hingga perlakuan tidak manusiawi.
 

Angka ini langsung menyentak publik.
 

“Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan anak. Proses hukum harus tegas dan profesional,” ujar Sari.
 

DPR Minta Pelaku Dihukum Berat
 

Sari menegaskan, siapapun yang terbukti bersalah harus dijatuhi sanksi maksimal.
 

Menurutnya, kasus ini bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan ancaman serius terhadap masa depan generasi bangsa.
 

Sistem Daycare Harus Dievaluasi Total
 

Tak berhenti pada penegakan hukum, DPR juga mendorong evaluasi besar-besaran terhadap sistem penitipan anak di Indonesia.
 

Fokus evaluasi meliputi:
 

1. Perizinan daycare 

2. Standar operasional 

3. Mekanisme pengawasan 
 

“Ini momentum perbaikan. Negara harus hadir memastikan setiap anak berada di lingkungan yang aman dan layak,” tegasnya.
 

Orang Tua Diminta Lebih Waspada
 

Sari juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dalam memilih layanan penitipan anak.
 

Peran orang tua dan lingkungan dinilai krusial untuk mencegah kasus serupa terulang.
 

“Segera laporkan jika ada indikasi pelanggaran. Kita semua punya tanggung jawab melindungi anak-anak,” ujarnya.
 

Kasus ini kembali membuka mata: pengawasan terhadap daycare tak boleh longgar. Di balik dinding tempat penitipan, keselamatan anak harus jadi prioritas mutlak—bukan sekadar janji.rajamedia

Komentar: