Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Setrum Prabowo di Awal 2026: "Stop Budaya Nunggu Arahan Atasan!

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 06 Januari 2026 | 19:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat memberikanTaklimat awal Tahun 2026  di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).  - Tangkapan Layar/BPMI Setpres -
Presiden Prabowo Subianto saat memberikanTaklimat awal Tahun 2026 di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). - Tangkapan Layar/BPMI Setpres -

RMBANTEN.COM - Hambalang Bogor, Polkam - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan 'setrum' kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih. Dalam taklimat awal tahun 2026, ia menyampaikan pesan keras tentang kepemimpinan yang berani dan mandiri.
 

Pesan itu disampaikan Prabowo dalam Taklimat awal Tahun 2026 dengan seluruh menterinya di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). 
 

Pertemuan digelar untuk mengevaluasi kinerja 2025, membaca dinamika global, dan menetapkan langkah strategis nasional.
 

"Pemimpin Bukan yang Cari Aman"
 

Di hadapan para menteri, Prabowo menegaskan karakter pemimpin yang diinginkannya. "Yang paling aman itu tidak berbuat apa-apa. Tapi pemimpin sejati justru harus berani mengambil keputusan," tegasnya, mengkritik budaya 'cari aman' yang pasif.
 

Presiden menegaskan, arah besar pemerintahan sudah jelas. Yang dibutuhkan sekarang bukan birokrasi yang kaku, tapi keberanian mengambil inisiatif dan memahami strategi.
 

Stop Budaya "Nunggu Petunjuk Atasan"
 

Prabowo secara tegas meminta para menteri dan pejabat tinggi untuk keluar dari zona nyaman. 
 

"Keputusan tidak boleh selalu menunggu petunjuk atasan," kata Prabowo dengan nada tegas.
 

Pernyataan ini dinilai sebagai instruksi langsung untuk mengubah budaya kerja kabinet, dari yang menunggu komando menjadi proaktif dan inovatif dalam menyelesaikan masalah dan menciptakan terobosan.
 

Capaian 2025 Jadi Modal, 2026 Harus Lebih Berani
 

Meski memberikan kritik keras, Prabowo mengakui capaian pemerintahan sepanjang 2025. Ia menyebutnya sebagai sesuatu yang membanggakan dan layak diteruskan.
 

Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan tahun lalu harus menjadi batu loncatan. "Kita lanjutkan dengan keberanian yang sama, bahkan lebih besar, di tahun 2026," pesan Prabowo kepada kabinetnya.
 

Isyarat Percepatan Program Prioritas
 

Pesan 'kepemimpinan berani' ini diinterpretasi banyak pihak sebagai isyarat untuk mempercepat program-program prioritas nasional. Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, Prabowo menginginkan jajarannya bergerak lincah dan penuh inisiatif, tanpa terbelenggu prosedur yang berbelit.
 

Taklimat awal tahun ini menandai dimulainya tahun politik dan ekonomi yang penuh tantangan, dengan Presiden menuntut performa yang lebih agresif dari seluruh lini pemerintahan.rajamedia

Komentar: