Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Revolusi Ojol! Dari 20% ke 8%, Prabowo Ubah Peta Penghasilan Driver

Laporan: Firman
Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:26 WIB
Presiden Prabowo Subianto di dampingi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat menghadiri perayaan May Day 2026 - Foto: Dok Setkab RI -
Presiden Prabowo Subianto di dampingi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat menghadiri perayaan May Day 2026 - Foto: Dok Setkab RI -

RMBANTEN.COM - Jakarta – Kabar segar untuk jutaan driver ojek online. Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online.
 

Intinya tegas: potongan aplikasi dipangkas drastis—maksimal 8 persen. Artinya, 92 persen pendapatan kini jadi milik driver.
 

Pengumuman ini disampaikan langsung di hadapan lautan buruh saat peringatan May Day di Monas, Jumat (1/5/2026).
 

Dari 20% ke 8%: Nafas Baru Driver Ojol
 

Selama ini, potongan aplikator bisa tembus 20 persen. Kini, lewat Perpres baru, angka itu dipangkas lebih dari separuh.
 

Bagi driver, ini bukan sekadar angka—ini soal penghidupan.
 

“Alhamdulillah, tuntutan ini sudah lama kami suarakan. Potongan 20 persen itu berat,” ujar Uddin, salah satu driver ojol.
 

Driver Apresiasi, Tapi Minta Bukti Nyata
 

Meski menyambut positif, para pengemudi mengingatkan satu hal penting: implementasi.
 

“Dukungan kami positif. Tapi yang penting sekarang realisasinya,” tegas Uddin.
 

Para driver berharap seluruh aplikator patuh tanpa celah.
 

Bukan Cuma Bagi Hasil, Kesejahteraan Disorot
 

Isu yang diangkat driver tak berhenti di potongan tarif.
 

Mereka juga menyoroti:
 

1. Perlindungan kesehatan 

2. Biaya operasional kendaraan 

3. Tarif perjalanan yang tak sebanding dengan jarak 
 

Artinya, perjuangan belum selesai.
 

May Day Jadi Panggung Harapan Buruh
 

Peringatan Hari Buruh tahun ini terasa berbeda. Ribuan pekerja memadati Monas, termasuk Nung, buruh asal Jonggol yang berangkat sejak subuh.
 

Bagi Nung, kehadiran Presiden jadi simbol harapan.
 

“Yang penting aman, sehat, dan ada kepastian kerja,” ujarnya.
 

Harapan Lebih Besar: Masa Depan Anak Cucu
 

Nung menyuarakan harapan sederhana tapi dalam: masa depan yang lebih baik.
 

“Semoga ke depan lebih banyak peluang kerja untuk anak cucu kita,” katanya.
 

Sinyal Kuat: Negara Hadir untuk Pekerja
 

Perpres ini menjadi langkah awal memperbaiki ekosistem kerja di sektor digital.
 

Pesannya jelas: Driver bukan sekadar mitra—mereka pekerja yang harus dilindungi.rajamedia

Komentar: