Puteri Indonesia 2026 Siap Jadi Duta Pendidikan dan Pariwisata Banten
RMBANTEN.COM - Serang – Puteri Indonesia 2026, Agnes Aditya Rahajeng menyatakan komitmennya mendukung penguatan pendidikan, perlindungan perempuan dan anak, hingga promosi pariwisata dan budaya Banten.
Hal itu disampaikan Agnes saat bertemu Gubernur Banten Andra Soni di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (6/5/2026).
Awal Kolaborasi dengan Pemprov Banten
Pertemuan tersebut menjadi awal kolaborasi antara Pemprov Banten dan Puteri Indonesia untuk memperkuat tiga sektor utama, yakni pendidikan, perlindungan perempuan dan anak, serta promosi pariwisata.
“Ini sebuah kehormatan bagi saya bisa bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten untuk terus menyuarakan bahwa tiga pilar utama itu sangat penting,” ujar Agnes melansir laman bantenprov.go.id.
Agnes Mengaku Dekat dengan Banten
Agnes mengatakan dirinya memiliki kedekatan dengan Banten karena sudah tinggal di Tangerang Selatan selama hampir 10 tahun.
Ia mengaku merasa telah menjadi bagian dari masyarakat Banten.
Terinspirasi Masyarakat Baduy
Dalam perjalanannya sebagai Puteri Indonesia, Agnes mengaku semakin mengenal budaya dan destinasi wisata di Banten.
Ia menceritakan pengalamannya saat mengunjungi kawasan Suku Baduy, Keraton Kaibon, hingga Pantai Cibobos di Banten Selatan.
“Saya melihat langsung ketangguhan masyarakat Baduy menjaga harmoni dengan alam. Itu sangat menginspirasi,” katanya.
Siap Angkat Pariwisata dan Budaya
Menurut Agnes, Banten memiliki potensi budaya dan wisata yang besar untuk dikenal lebih luas.
Ia berharap bisa ikut membantu memperkenalkan budaya dan pariwisata Banten ke tingkat nasional.
“Harapannya, saya bisa ikut mempromosikan budaya dan pariwisata Banten agar menjadi pilihan utama di Indonesia,” ujarnya.![]()
Patandang 1 hari yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Kaamanan | 2 hari yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu
Kaamanan | 1 hari yang lalu
Patandang | 3 hari yang lalu
Warta Banten | 5 hari yang lalu
Ékobis | 6 hari yang lalu