Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Jadi Pahlawan Devisa Nomor Dua RI, PMI Sumbang Rp433 Triliun!

Laporan: Raja Media Network
Kamis, 30 April 2026 | 19:40 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartato berfoto bersama Pekerja Migran Indonesia - Foto: Kemenko Perekonomian -
Menko Perekonomian Airlangga Hartato berfoto bersama Pekerja Migran Indonesia - Foto: Kemenko Perekonomian -

RMBANTEN.COM — Jakarta — Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali mencatatkan peran besar bagi perekonomian nasional. Sepanjang 2025, para pekerja di luar negeri itu menyumbang devisa hingga Rp433 triliun, melonjak tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya.
 

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menyebut angka tersebut menjadi bukti nyata kontribusi PMI yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
 

“Fakta menunjukkan PMI menghasilkan kurang lebih Rp433 triliun pada 2025 kemarin. Angka itu sangatlah besar,” ujar Hendarsam di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (30/4/2026).
 

Naik Drastis Sejak 2022
 

Hendarsam memaparkan, tren devisa PMI terus menanjak dalam beberapa tahun terakhir:
 

- 2022: Rp135,9 triliun 

- 2023: Rp227 triliun 

- 2024: Rp253,3 triliun 

- 2025: Rp433 triliun 
 

Lonjakan ini menunjukkan peran PMI semakin strategis dalam menopang ekonomi nasional.
 

Penyumbang Devisa Nomor Dua Nasional
 

Dengan angka tersebut, PMI kini menjadi penyumbang devisa terbesar kedua di Indonesia setelah sektor migas.
 

Capaian ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak dalam membuka akses kerja luar negeri sekaligus memastikan perlindungan bagi para pekerja.
 

PMI Disebut Pahlawan Devisa
 

Hendarsam menegaskan, PMI layak disebut sebagai pahlawan devisa karena kontribusinya yang besar bagi negara dan keluarga di kampung halaman.
 

“PMI adalah pahlawan devisa bagi Indonesia. Karena mereka bekerja tidak hanya mementingkan diri sendiri tapi juga untuk keluarganya dan untuk negara di Tanah Air,” tegasnya.
 

Jawa Dominasi, Eropa Jadi Target Baru
 

Sementara itu, Kepala BP3MI Banten Budi Novijanto menyebut daerah penyumbang terbesar PMI masih didominasi Pulau Jawa.
 

Wilayah penyumbang utama antara lain:
 

1. Jawa Timur 

2. Jawa Barat 

3. Jawa Tengah 

4. Nusa Tenggara Timur 

5. Nusa Tenggara Barat 

6. Banten 
 

Adapun negara tujuan utama PMI meliputi:
 

1. Hong Kong 

2. Taiwan 

3. Malaysia 

4. Negara-negara Eropa seperti Jerman 
 

Tekan Pengangguran, Angkat Ekonomi Daerah
 

Menurut Budi, peran PMI tidak hanya soal devisa.
 

Keberadaan mereka juga membantu:
 

1. Mengurangi pengangguran 

2. Menekan angka kemiskinan 

3. Menguatkan ekonomi keluarga 

4. Menggerakkan ekonomi daerah asal 
 

PMI Harus Dilindungi dan Diperkuat
 

Pemerintah menilai kontribusi besar ini harus diiringi dengan perlindungan maksimal serta peningkatan kualitas tenaga kerja.
 

Pesannya jelas: PMI bukan sekadar pekerja luar negeri, tapi pilar ekonomi nasional yang harus dijaga dan diperkuat.rajamedia

Komentar: