Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Praja IPDN Turun Tangan, UMKM Aceh Tamiang Ikut Dibangkitkan

Laporan: Iyan Sopian
Senin, 05 Januari 2026 | 22:00 WIB
Mendagri Tito Karnavian bersama Menteri UMKM Maman Abdurahman saat memberikan arahan kepada Praja IPDN di Aceh Tamiang - Humas Kemen UMKM -
Mendagri Tito Karnavian bersama Menteri UMKM Maman Abdurahman saat memberikan arahan kepada Praja IPDN di Aceh Tamiang - Humas Kemen UMKM -

RMBANTEN.COM - Aceh Tamiang, UMKM — Pemerintah pusat menggeber pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang dengan langkah nyata di lapangan. Lebih dari 1.000 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) diterjunkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), tak hanya membersihkan infrastruktur pemerintahan, tetapi juga menghidupkan kembali denyut usaha mikro dan kecil yang terdampak.
 

Langkah ini mendapat apresiasi langsung dari Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman. Ia menilai kehadiran Praja IPDN menjadi simbol kuat kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat kebangkitan ekonomi daerah pascabencana.
 

Praja IPDN Bantu Warung dan Toko UMKM
 

Menteri Maman menegaskan, peran Praja IPDN tidak berhenti pada pemulihan fasilitas publik dan layanan pemerintahan. Mereka juga turun langsung membersihkan warung, toko, dan sentra usaha kecil milik warga yang terdampak bencana.

“Saya mengucapkan terima kasih atas inisiatif Kemendagri bersama pemerintah provinsi dan kabupaten. Praja IPDN tidak hanya membersihkan kantor pemerintahan, tetapi juga membantu UMKM agar bisa kembali beroperasi,” ujar Menteri Maman saat Apel Bersama Praja IPDN, Relawan Tenaga Kesehatan, dan Pendamping UMKM di Kantor Bupati Aceh Tamiang, Senin (5/1).
 

Menurutnya, pemulihan ekonomi harus menyentuh sektor paling bawah, karena UMKM merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat.
 

Masuk Fase Pemulihan Ekonomi
 

Menteri Maman menegaskan, Aceh Tamiang kini telah memasuki fase pemulihan ekonomi setelah melewati masa tanggap darurat. Oleh karena itu, seluruh program diarahkan untuk menggerakkan kembali roda ekonomi secara cepat dan terintegrasi.

“Program ini akan mendorong percepatan ekonomi di Provinsi Aceh, khususnya Aceh Tamiang. Infrastruktur dan layanan publik harus pulih, UMKM juga harus bangkit,” tegasnya.
 

Ia menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga agar pemulihan berjalan serentak dan tidak parsial.
 

Klinik UMKM Bangkit dan Relaksasi Utang
 

Sebagai langkah konkret, Kementerian UMKM mendirikan Klinik UMKM Bangkit untuk membantu pengusaha mikro dan kecil yang terdampak bencana. Klinik ini menyediakan tiga layanan utama: pembiayaan, pendampingan produksi barang lokal, serta penguatan ekosistem ekonomi daerah.
 

Dalam aspek pembiayaan, pemerintah telah menyiapkan kebijakan relaksasi utang bagi UMKM terdampak bencana. Kebijakan ini disusun bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Keuangan.
 

“Kita ingin menenangkan pelaku UMKM terlebih dahulu. Jangan sampai mereka sudah terdampak bencana, tetapi masih terbebani persoalan utang,” kata Menteri Maman.
 

PNM Diterjunkan hingga Desa
 

Untuk memastikan program berjalan efektif di lapangan, Kementerian UMKM menggandeng ratusan account officer PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Mereka diterjunkan langsung hingga tingkat kecamatan dan desa untuk mendampingi UMKM secara berkelanjutan.
 

Menteri Maman menegaskan, seluruh langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia agar pemulihan ekonomi pascabencana dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
 

“Ini kerja gotong royong lintas sektor. Tujuannya satu, Aceh pulih, UMKM bangkit, dan masyarakat kembali beraktivitas secara ekonomi,” tegasnya.
 

Mendagri: Pemerintahan Pulih, Ekonomi Mengikuti
 

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa indikator utama daerah mulai pulih adalah berfungsinya pemerintahan di semua tingkatan.

“Indikator normal itu utamanya pemerintahan yang berjalan baik. Pemerintah punya sumber daya, dari keuangan, logistik, kebijakan, sampai jejaring ke desa. Kalau pemerintahan jalan, pemulihan akan lebih cepat,” ujarnya.
 

Selain pemerintahan, pemulihan layanan publik seperti kesehatan, pendidikan, dan transportasi juga menjadi kunci.
 

Ekonomi Jadi Simbol Kebangkitan
 

Mendagri Tito menambahkan, kebangkitan ekonomi menjadi simbol paling nyata pemulihan pascabencana yang langsung dirasakan masyarakat.
 

“Simbol kebangkitan itu ekonomi. Pasar, toko, warung, restoran, sampai hotel kembali buka. Saat itu terjadi, masyarakat punya pilihan untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhannya,” kata Tito.
 

Menurutnya, pemulihan tidak boleh berhenti pada bantuan pemerintah, tetapi harus mendorong masyarakat kembali mandiri melalui penguatan ekonomi lokal.rajamedia

Komentar: