Daerah Didorong Bergerak Satu Irama, UMKM Disiapkan Jadi Mesin Pertumbuhan
RMBANTEN.COM - Yogyakarta, UMKM - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan peran strategis UMKM sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem UMKM yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Penegasan tersebut disampaikan Maman dalam Rapat Koordinasi Nasional Bidang UMKM dan Kewirausahaan di Yogyakarta, Kamis (5/2/2026). Ia secara khusus meminta para kepala dinas yang membidangi UMKM di seluruh Indonesia bergerak dalam satu visi dan irama bersama pemerintah pusat.
“Kolaborasi pusat dan daerah menjadi kunci agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi benar-benar naik kelas dan menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Menteri UMKM.
Kredit UMKM Harus Diperbesar
Menteri Maman menyoroti pentingnya keberpihakan pembiayaan perbankan kepada sektor UMKM. Sesuai arahan Presiden, kredit perbankan dinilai perlu diprioritaskan untuk usaha kecil dan menengah agar memberikan efek berganda bagi perekonomian.
“Kita ingin UMKM menjadi mesin pertumbuhan. Jika porsi pembiayaan ke UMKM bisa ditingkatkan bertahap ke kisaran 20 hingga 30 persen dari total kredit perbankan, dampaknya akan sangat besar—mulai dari ekspansi usaha, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan konsumsi domestik,” ujarnya.
Ia menilai selama ini dominasi kredit pada sektor usaha besar belum sepenuhnya mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai harapan. Karena itu, keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam membangun sinergi dengan perbankan menjadi langkah strategis untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih merata dan inklusif.
SAPA UMKM Jadi Pusat Layanan Terpadu
Selain pembiayaan, Menteri UMKM menekankan penguatan ekosistem digital sebagai fondasi kemudahan berusaha. Dalam waktu dekat, Kementerian UMKM akan meluncurkan platform SAPA UMKM sebagai pusat layanan terintegrasi bagi pengusaha UMKM di seluruh Indonesia.
Melalui SAPA UMKM, pelaku usaha dapat mengakses berbagai kebutuhan pengembangan usaha dalam satu pintu, mulai dari pembiayaan, informasi permodalan, pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM, hingga perluasan kemitraan usaha.
“SAPA UMKM kami siapkan sebagai ekosistem layanan terpadu. Pengusaha UMKM tidak perlu lagi mencari informasi secara terpisah, karena semuanya bisa diakses melalui satu platform,” kata Maman.
Satu Sistem, Satu Arah Pembinaan
Menteri Maman menegaskan, SAPA UMKM juga menjadi instrumen kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan agar pendampingan UMKM berjalan dengan sistem dan alat yang sama.
“Kita membutuhkan satu kesepahaman dan satu sistem bersama. SAPA UMKM menjadi tools strategis agar pendampingan usaha lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui langkah ini, pemerintah berharap UMKM Indonesia semakin kuat, terdigitalisasi, berdaya saing, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.
Fokus Program UMKM 2026
Pada 2026, Kementerian UMKM akan memfokuskan kebijakan pada penguatan basis data terintegrasi, pengembangan ekosistem kewirausahaan, peningkatan kemudahan berusaha melalui regulasi dan sertifikasi, serta penguatan jejaring dan rantai pasok yang terhubung dengan program prioritas Presiden.
Adapun program prioritas Kementerian UMKM meliputi pengembangan platform SAPA UMKM, dukungan kartu usaha afirmatif, penguatan kartu usaha produktif, alokasi 30 persen infrastruktur publik bagi UMKM, serta percepatan dan penyederhanaan perizinan berusaha bagi pengusaha UMKM.![]()
Hukum | 6 hari yang lalu
Patandang | 2 hari yang lalu
Patandang | 4 hari yang lalu
Nagara | 3 hari yang lalu
Gaya Hirup | 5 hari yang lalu
Warta Banten | 2 hari yang lalu
Warta Banten | 3 hari yang lalu
Nagara | 4 hari yang lalu
Ékobis | 4 hari yang lalu
