Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Kritik Mahasiswa Vitamin Pembangunan, Gubernur Andra Ajak BEM Terlibat Kawal Musrenbang

Laporan: Firman
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:10 WIB
Gubernur Andra Soni saat menemui pengunjuk rasa yang menyoroti satu tahun kepemipinan Andra - Dimyati pimpin Banten - Biro Adpimpro Banten -
Gubernur Andra Soni saat menemui pengunjuk rasa yang menyoroti satu tahun kepemipinan Andra - Dimyati pimpin Banten - Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM - Kota Serang – Gerbang KP3B, Curug, Kota Serang, Jumat (20/2/2026) siang, menjadi titik temu antara kekuasaan dan suara jalanan. Di hadapan massa Aliansi BEM se-Banten, Gubernur Banten Andra Soni memilih tak berjarak. Ia menyambut kritik, bukan menghindar.
 

Pesannya tegas: pemerintah daerah tidak alergi terhadap demonstrasi mahasiswa.
 

“Kritik mahasiswa adalah vitamin bagi pemerintah. Dari kritik itulah kami melakukan evaluasi dan perbaikan agar kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Andra Soni di hadapan massa aksi.
 

Satu Tahun Kepemimpinan, Mahasiswa Menguji
 

Aksi mahasiswa tersebut merupakan refleksi satu tahun kepemimpinan Andra Soni bersama Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah.
 

Aliansi BEM menyuarakan berbagai isu: infrastruktur rusak, akses pendidikan belum merata, hingga praktik pungutan liar dalam rekrutmen tenaga kerja.
 

Alih-alih defensif, Andra menyebut aspirasi itu selaras dengan agenda prioritas Pemprov Banten.

“Apa yang kami kerjakan hari ini adalah respons atas harapan masyarakat. Mulai dari persoalan jalan rusak, akses sekolah, hingga isu pungli, semuanya menjadi perhatian serius,” tegas Andra mengutip laman bantenprov.go.id.
 

Jalan Desa hingga Tambang Ilegal
 

Di sektor infrastruktur, Andra menyoroti percepatan pembangunan jalan terutama di wilayah Lebak dan Pandeglang. Meski fiskal terbatas, Pemprov tetap turun tangan membantu pembangunan jalan desa yang secara administratif menjadi kewenangan kabupaten.
 

“Provinsi ikut mendorong pembangunan jalan desa. Jika tidak kita lakukan bersama, yang dirugikan adalah masyarakat. Pembangunan harus dirasakan adil dan merata,” katanya.
 

Tak hanya itu, isu lingkungan dan kebencanaan juga disentil. Pemprov mengklaim telah melakukan penertiban tambang ilegal melalui koordinasi lintas sektor. Penataan industri di sempadan sungai pun menjadi agenda penting untuk mencegah banjir.
 

“Penutupan tambang ilegal sudah dilakukan. Ke depan, penataan kawasan sungai harus terus dikawal. Di sini peran mahasiswa sangat penting untuk tetap kritis,” ujarnya.
 

Mahasiswa Masuk Musrenbang
 

Langkah konkret yang ditawarkan Andra bukan sekadar retorika. Ia berkomitmen melibatkan mahasiswa secara aktif dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Banten pada April mendatang.
 

“Saya ingin mahasiswa tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga terlibat langsung dalam proses perencanaan pembangunan. Ini bagian dari pendidikan demokrasi dan upaya mewujudkan pembangunan yang transparan dan akuntabel,” ungkapnya.
 

Bagi Andra, demokrasi tak cukup berhenti di mimbar aksi. Ia harus masuk ke ruang perencanaan.
 

Bangun Banten Bersama
 

Pertemuan di gerbang KP3B itu ditutup dengan ajakan kolaborasi. Pemerintah dan mahasiswa, kata Andra, tidak berada di dua kubu berseberangan.
 

“Banten membutuhkan mahasiswa yang kritis, peduli, dan berani menyuarakan kebenaran. Mari kita bangun Banten bersama-sama,” pungkasnya.
 

Pesan politiknya jelas: kritik bukan ancaman. Ia adalah energi. Dan bagi Pemprov Banten, energi itu akan dibawa ke meja Musrenbang.rajamedia

Komentar: